Pencarian

Menbud Fadli Zon Sebut Keberagaman Budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke Jadi Perekat Bangsa

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:47:52 WIB
Menbud Fadli Zon Sebut Keberagaman Budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke Jadi Perekat Bangsa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pernyataan mengenai keberagaman budaya Indonesia di Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).

DEPOK — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Indonesia sebagai negara dengan mega-diversity budaya yang tidak tertandingi. Ia menegaskan kekayaan ekspresi budaya dari 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah justru menjadi perekat, bukan pemecah belah.

"Budaya kita ini adalah budaya yang saya selalu sebut mega-diversity. Kita ini beragam, kekayaan dan keberagaman kita luar biasa dari Sabang sampai Merauke," kata Fadli di Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).

Falsafah Bhinneka Tunggal Ika Jadi Kunci Pemersatu

Fadli menekankan keberagaman yang ada tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Justru nilai itulah yang kemudian dirumuskan dalam falsafah Bhinneka Tunggal Ika.

"Keberagaman itu tidak menjadi ancaman, tetapi justru menjadi kekuatan kita, menjadi unifying force kita. Bukan menjadi pemecah belah kita, tetapi menjadi pemersatu kita," ujarnya.

Ia bersaksi tidak ada negara lain di dunia yang memiliki kekayaan budaya sehebat Indonesia. "Saya bersaksi, tidak ada kekayaan budaya yang lebih hebat dari Indonesia. Itu kesaksian saya, tidak ada sama sekali," tegasnya.

Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan yang Diakui Negara

Fadli menjelaskan pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Aturan itu kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berbicara soal seni pertunjukan. Terdapat sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang diakui negara, mulai dari bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, hingga permainan tradisional.

Generasi Muda Garda Terdepan Jaga Identitas Budaya

Fadli berharap para peserta Gita Bahana Nusantara 2026 mampu menjadi bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia. Ia percaya generasi muda memegang peran penting menjaga identitas budaya bangsa di tengah peradaban dunia yang terus berubah.

Kegiatan karantina tersebut menjadi ajang persiapan bagi para musisi muda sebelum tampil dalam agenda kenegaraan. Mereka diharapkan tidak hanya mahir bermusik, tetapi juga memahami filosofi keberagaman yang menjadi fondasi bangsa.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks