TANJUNGPINANG — Gelombang kejahatan jalanan dan pencurian fasilitas umum menjadi perhatian serius Polda Kepulauan Riau. Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin memastikan jajarannya akan menindak tegas segala bentuk tindak kriminal, tanpa kecuali, karena dampaknya dinilai langsung mempengaruhi kepercayaan investor terhadap daerah.
"Kejahatan kecil berpotensi berkembang menjadi lebih besar kalau dibiarkan. Karena itu kami tindak tegas sekecil apa pun tindakan kejahatan, termasuk kejahatan jalanan," ujar Asep saat memimpin rapat Forkopimda di Tanjungpinang, Senin (3/8).
Pencurian Fasilitas Umum di Batam Jadi Sorotan Utama
Langkah tegas ini bukan tanpa bukti. Jajaran Polda Kepri baru-baru ini berhasil mengungkap kasus pencurian fasilitas umum di Kota Batam, meliputi kabel, besi jembatan, hingga penutup saluran drainase. Asep menilai tindak pidana semacam ini tidak hanya merugikan negara secara materiil, tetapi juga mengirim sinyal buruk bagi para investor yang tengah menjajaki penanaman modal.
"Penindakan terhadap pencurian fasilitas umum penting dilakukan karena dapat mengganggu iklim investasi apabila dibiarkan," katanya menegaskan.
Angka Kriminalitas Naik 13,89 Persen, Didominasi Curanmor
Data yang dipaparkan Kapolda dalam forum tersebut mencatat adanya tren peningkatan kasus kamtibmas di Kepri. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat 3.411 kasus terjadi, meningkat 13,89 persen dibandingkan semester II 2025 yang berjumlah 2.995 kasus.
Peningkatan tersebut didominasi oleh kejahatan konvensional seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian dengan pemberatan (curat). Meski angka menunjukkan kenaikan, Asep memastikan kondisi keamanan di Kepri secara umum masih dalam keadaan aman dan terkendali.
"Walaupun meningkat, secara umum kondisi kamtibmas tetap aman dan terkendali berkat sinergi Polri dengan seluruh stakeholder terkait," ujarnya.
Pertumbuhan Ekonomi 7,04 Persen Jadi Alasan Keamanan Tak Boleh Longgar
Alasan di balik instruksi tegas ini cukup fundamental. Asep menyebut Kepulauan Riau, khususnya Batam, merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan beberapa negara dan menjadi salah satu tujuan utama investasi nasional. Ia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I 2026 mencapai 7,04 persen, tertinggi di Pulau Sumatera dan menempati peringkat kelima secara nasional.
"Maka itu, Kepri harus dijaga dari ancaman tindakan kejahatan sekecil apa pun agar investor tidak lari ke daerah lain," tegasnya.
Polri Minta Warga Aktif Lapor Melalui Call Center 110
Di akhir arahannya, Kapolda mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Salah satu langkah konkret yang diminta adalah segera melaporkan setiap gangguan kamtibmas melalui layanan darurat Polri di nomor 110.
"Partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi yang akurat akan membantu Polri memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan terpercaya demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," tutupnya.