Pencarian

PLN dan IT PLN Latih 250 Siswa SMA dari 7 Sekolah soal PLTS dan Olah Sampah Jadi Energi

Selasa, 04 Agustus 2026 • 02:34:53 WIB
PLN dan IT PLN Latih 250 Siswa SMA dari 7 Sekolah soal PLTS dan Olah Sampah Jadi Energi
siswa dari tujuh SMA mengikuti pelatihan teknologi energi terbarukan yang digelar PLN bersama IT PLN di Jakarta.

JAKARTA — Sebanyak 250 siswa kelas XI dan XII dari tujuh sekolah menengah atas mengikuti pelatihan teknologi energi terbarukan yang digelar PT PLN bersama Institut Teknologi PLN (IT PLN). Program edukasi yang berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2026 ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan wawasan praktis transisi energi, mulai dari pemanfaatan sinar matahari hingga mengubah sampah menjadi listrik.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Selain sebagai ajang literasi, pelatihan ini menjadi pilar BUMN dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) yang dilaporkan pada Senin, 3 Agustus 2026.

Materi Pelatihan: Dari Energi Surya hingga Maggot Pengurai Sampah

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, menegaskan akselerasi transisi energi tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan anak muda. Ia menyebut para siswa yang terpilih merupakan aset penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

"Akselerasi transisi energi memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui edukasi ini, PLN ingin membekali para siswa dengan wawasan praktis mengenai pemanfaatan energi ramah lingkungan di sekitar kita," kata Nurlely.

Wakil Rektor IV IT PLN Bidang Kerja Sama, Ahsin Sidqi, memaparkan rincian materi yang diberikan. Pada hari pertama, peserta diajarkan tentang konversi energi surya yang melimpah sebagai pengganti energi fosil yang kian terbatas. Sementara di hari kedua, fokus pembelajaran beralih pada teknologi Waste to Energy (WTE), atau bagaimana sampah perkotaan disulap menjadi solusi energi bersih.

"Kuncinya adalah kemandirian energi dan kedaulatan energi," tegas Ahsin.

Bantuan Peralatan PLTS dan Budidaya BSF untuk Sekolah

PLN tidak hanya berhenti pada pemberian materi. Perusahaan listrik pelat merah itu turut menyalurkan bantuan unit PLTS dan peralatan pembiakan Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam yang berfungsi mengurai sampah organik di masing-masing sekolah.

Para penyelenggara juga memberikan alat press khusus untuk pembuatan lilin aromaterapi yang berbahan dasar maggot. Sekolah penerima manfaat diwajibkan mengintegrasikan materi pelatihan ini ke dalam kegiatan pembelajaran di luar kurikulum reguler.

Dukungan Sekolah: Membentuk Calon Pemimpin yang Paham Energi

Apresiasi datang dari Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor. Ia menilai program ini memberikan dampak positif bagi para pamong dan siswa yang kelak menjadi calon pemimpin bangsa.

"Kami berharap program ini betul-betul memberikan dampak yang positif bagi para pamong, dan khususnya para siswa yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga nanti mereka bisa berinovasi menjadi pemimpin yang mengetahui kebutuhan masyarakat. Khususnya, bagaimana memanfaatkan sampah untuk bisa menjadi energi terbarukan," ucap Imam.

Rangkaian program pelatihan meliputi In Class Training, Praktikum Project, Check Point, dan penyusunan laporan akhir. Seluruh peserta akan menerima materi pelatihan, pendampingan teknis, serta sertifikat resmi. PLN berkomitmen memperluas jangkauan edukasi energi terbarukan ke lebih banyak institusi pendidikan di Indonesia.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks