NGANJUK — KAI Daop 7 Madiun bergerak cepat menangani dampak tabrakan kendaraan elf terhadap portal pembatas ketinggian di bawah jembatan kereta api BH 298 sisi selatan, wilayah Stasiun Nganjuk. Insiden yang terjadi pada 2 Agustus 2026 sekitar pukul 00.52 WIB itu membuat portal sementara harus dilepas untuk proses penanganan lebih lanjut.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebutkan bahwa meski benturan cukup keras, perjalanan kereta api dipastikan tidak terganggu. Namun, kejadian ini menjadi alarm bagi seluruh pengemudi angkutan barang dan kendaraan dimensi besar untuk lebih disiplin terhadap rambu yang terpasang.
Koordinasi Cepat Lintas Resor Jalan Rel dan Jembatan
Setelah insiden tersebut, Daop 7 langsung berkoordinasi dengan KAI Resor Jalan Rel 7.4 Nganjuk dan Resor Jembatan 7.1 Madiun. Fokus utama adalah memastikan kondisi infrastruktur jembatan tetap aman dan tidak membahayakan operasional kereta api.
"Beruntung, kejadian tersebut tidak mengganggu perjalanan kereta api. Namun demikian, insiden ini menjadi pengingat bahwa setiap pengguna jalan wajib mematuhi rambu dan batas ketinggian kendaraan yang telah dipasang demi keselamatan bersama," ujar Tohari dalam keterangannya di Nganjuk.
Fungsi Kritis Portal: Melindungi Struktur Jembatan KA
Tohari menjelaskan bahwa portal pembatas ketinggian bukan sekadar papan rambu biasa. Perangkat ini berfungsi sebagai pengaman utama untuk mencegah kendaraan dengan dimensi melebihi batas aman menabrak badan jembatan kereta api.
"Apabila jembatan kereta api mengalami benturan hingga bergeser atau mengalami kerusakan struktur, dampaknya dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. Kepatuhan terhadap batas ketinggian kendaraan merupakan tanggung jawab setiap pengemudi," kata dia.
36 Titik Portal Tersebar di Dua Lintas Utama
Saat ini, KAI Daop 7 Madiun tercatat memiliki 36 titik portal atas yang terpasang di berbagai underpass pada lintas Walikukun-Curahmalang dan Kertosono-Talun. Ketinggian portal bervariasi antara dua meter hingga 3,8 meter, disesuaikan dengan kondisi teknis dan tinggi bangunan jembatan di masing-masing lokasi.
Pihaknya mengimbau pengemudi untuk memastikan dimensi kendaraan sesuai ketentuan sebelum melakukan perjalanan, memperhatikan rambu lalu lintas, dan tidak memaksakan diri melintasi portal apabila tinggi kendaraan melebihi batas yang ditetapkan. Petugas terkait saat ini sudah melakukan perbaikan pada titik yang mengalami kerusakan.