SLEMAN — Kejuaraan dragbike resmi bakal menyemarakkan kalender sport tourism Sleman pada Agustus mendatang. Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar menyebut rangkaian agenda ini berlangsung merata dari wilayah barat, timur, tengah, hingga utara kabupaten, memberikan efek berantai bagi pelaku usaha lokal.
"Rangkaian event di Sleman dari timur, tengah, barat, sampai utara yang serentak dan berurutan ini sangat luar biasa untuk perputaran ekonomi. Pengunjung pariwisata naik, UMKM, kuliner, dan pemberdayaan masyarakat sekitar pasti merasakan dampak ekonominya," kata Abu Bakar di Sleman, Senin.
Lintasan Jalan Umum 200 Meter Dikoreksi Ketat
Berbeda dengan sirkuit permanen, ajang ini memanfaatkan Jalan Sumber Kwayuhan, Kalurahan Sendangmulyo, Minggir, sepanjang 200 meter. Pemkab Sleman bersama TNI, Kepolisian, dan IMI DIY memberikan perhatian khusus pada faktor keamanan dan kelaikan lintasan.
"Penyelenggaraan di jalan umum membutuhkan pengamanan dan kenyamanan yang berbeda dari sirkuit permanen. Kami mengoreksi dan mengevaluasi ketebalan polesan aspal agar tidak bergelombang pada kecepatan tinggi, pencahayaan, hingga pengamanan ketat demi keselamatan pembalap dan penonton," ujarnya.
24 Kelas Dipertandingkan, Hadiah Jutaan Rupiah Disiapkan
Panitia Penyelenggara Ardian Yulianto menyampaikan kejuaraan ini diinisiasi oleh Genima Creative berkolaborasi dengan Sanggar Pawon Group. Dukungan datang dari Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata Sleman, dan Pemerintah Kalurahan Sendangmulyo.
"Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal, kami melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi agar kehadiran event memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga," kata Ardian.
Sebanyak 24 kelas akan dilombakan dalam empat kategori utama, yaitu Point Bracket Street Legal, Point Sunmori Street Legal, Supporting Class, dan Point Street Legal. Total hadiah uang pembinaan hingga jutaan rupiah diperebutkan para pembalap.
Mengikis Budaya Balap Liar Lewat Kompetisi Resmi
Penasihat kegiatan yang juga anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sleman, Untung Basuki Rahmat, menambahkan perhelatan ini menjadi momentum memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Lebih dari itu, ajang ini dirancang untuk mengajak pencinta otomotif menyalurkan hobi secara legal dan terukur.
"Kami ingin mengajak para pencinta otomotif untuk menyalurkan hobi dan prestasi melalui kompetisi resmi, aman, dan terukur sekaligus mendukung program Kepolisian bertajuk 'Stop Balap Liar'," jelas Untung.
Kejuaraan yang dijadwalkan dibuka oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Sekda Sleman Abu Bakar ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan komunitas otomotif diharapkan mampu menekan angka balapan liar yang kerap meresahkan warga.