Pencarian

DPRD Jatim Dorong Sesi Khusus Sejarah Perjuangan TRIP di Sekolah Malang Raya, Sri Untari: Agar Tak Terlupakan

Selasa, 04 Agustus 2026 • 02:24:00 WIB
DPRD Jatim Dorong Sesi Khusus Sejarah Perjuangan TRIP di Sekolah Malang Raya, Sri Untari: Agar Tak Terlupakan
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mendorong sekolah di Malang Raya mengalokasikan sesi khusus untuk membahas sejarah perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

KOTA MALANG — Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong sekolah-sekolah di wilayah Malang Raya mengalokasikan sesi khusus untuk membahas sejarah perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Menurutnya, pemahaman ini penting agar pengorbanan para pelajar dalam mempertahankan kemerdekaan tidak lekang oleh zaman.

"Menurut saya Malang Raya penting, tidak perlu muatan lokal tetapi ada sesi mungkin berapa kali diceritakan karena ada sejarah dan perlu disampaikan supaya mereka tahu, bahwa ini tidak hanya makam tetapi ada cerita di baliknya," kata Sri Untari di Kota Malang, Senin.

Usulan ini muncul bukan tanpa alasan. Sri Untari menilai peristiwa bersejarah di Kota Malang pada 1947 itu sarat akan nilai kepahlawanan yang relevan dengan tantangan generasi masa kini.

Perang Gerilya Pelajar Melawan Agresi Militer Belanda

"Kan saat itu sudah merdeka tetapi tentara Belanda datang sehingga mereka (TRIP) bertempur," ujar dia.

Perlawanan yang dimaksud adalah aksi heroik para pelajar yang tergabung dalam TRIP saat menghadang pasukan Belanda yang melancarkan agresi militer. Peristiwa ini menjadi salah satu babak penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di wilayah Malang Raya.

Merawat Nilai Perjuangan di Era Modern

Bagi Sri Untari, merawat sejarah bukan sekadar seremonial belaka. Ia menegaskan bahwa semangat, keberanian, dan aksi heroik yang ditunjukkan para pelajar TRIP saat itu masih sangat relevan untuk diimplementasikan dalam konteks kekinian.

"Supaya tidak melupakan bahwa anak-anak muda punya keberanian membela negara. Sekarang apa yang bisa dilakukan membela negara, salah satunya dengan berprestasi," ucap Sri Untari.

Dengan mengenalkan sejarah ini, diharapkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar era modern semakin menguat. Mereka diajak memahami bahwa membela negara dapat diwujudkan melalui prestasi dan kontribusi positif di bidang masing-masing.

Monumen dan Aksi Teatrikal sebagai Pengingat

Peringatan terhadap perjuangan TRIP di Kota Malang sendiri telah dilakukan pada Jumat (31/7) melalui aksi teatrikal di Jalan Salak atau yang dikenal sebagai Jalan Pahlawan TRIP. Aksi tersebut menggambarkan perlawanan tangguh para pelajar dalam menghadang pasukan Belanda.

Di lokasi yang sama, berdiri Monumen TRIP yang menjadi saksi bisu sekaligus tempat dimakamkannya 35 pelajar yang gugur saat berjuang. Keberadaan monumen ini menjadi pengingat fisik bahwa di balik nama jalan tersebut terdapat kisah pengorbanan yang layak diketahui setiap generasi.

Bagikan
Sumber: jatim.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks