SLEMAN — Ancaman kekeringan akibat prediksi kemarau yang lebih panjang tahun ini mendorong Pemkab Sleman bergerak lebih dini. Bupati Sleman Harda Kiswaya memastikan sisi pendanaan bukan menjadi kendala dalam penanganan bencana hidrometeorologi di wilayahnya.
"Dari sisi pendanaan sudah cukup, tidak ada masalah. Kalau anggaran rutin tidak cukup, dana cadangan ada. Kita bisa gunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). Yang penting aman," kata Harda di Sleman, Senin.
Dua Kapanewon Sempat Alami Krisis Air Bersih
Sejumlah titik kerawanan air yang sempat terjadi di Kapanewon Moyudan dan Tempel telah berhasil ditangani. Penanganan dilakukan melalui perbaikan sarana sumur dalam serta penyaluran bantuan air bersih yang didistribusikan hingga pompa air kembali berfungsi optimal.
Sementara itu, kawasan Prambanan bagian atas yang sebelumnya menjadi langganan kekeringan kini dipastikan aman. Jaringan perpipaan PDAM telah menjangkau wilayah tersebut, bahkan turut melayani sebagian daerah perbatasan seperti Klaten dan Gunungkidul.
Evaluasi 17 Kapanewon untuk Petakan Titik Rawan
Untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang lebih luas, Bupati Sleman menginstruksikan pemetaan menyeluruh di tingkat kapanewon. BPBD dan PDAM diminta mengevaluasi kondisi lapangan secara berkala.
"Saya perintahkan BPBD dan PDAM untuk mengevaluasi di 17 kapanewon, ada atau tidak kerawanan air. Dari situlah nanti pemda bergerak," ujarnya.
Meski demikian, status tanggap darurat kekeringan belum ditetapkan. Pemkab Sleman masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan sebelum mengambil keputusan formal.
Antisipasi Angin Kencang dan Kepastian Aliran Selokan Mataram
Selain kekeringan, Pemkab Sleman melalui BPBD juga menyiapkan langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem lainnya, seperti angin kencang. Bantuan sosial dan santunan bagi warga terdampak telah disiapkan.
"Semua sudah dipetakan, sehingga harapannya dapat diantisipasi lebih dini," kata Harda.
Terkait operasional aliran Selokan Mataram, Bupati memastikan saluran irigasi bersejarah tersebut tetap mengalir normal tanpa adanya penghentian. "Air di Selokan Mataram mengalir seperti biasa, tidak ada penghentian aliran air," tegasnya.