MALANG — Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan sesi pembelajaran khusus di sekolah-sekolah Malang Raya untuk mengupas sejarah perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Menurutnya, pemahaman tentang perjuangan TRIP mempertahankan kemerdekaan wajib dimiliki seluruh pelajar agar sejarah tersebut tidak terkikis zaman.
Usulan ini disampaikan Sri Untari di Kota Malang pada Senin (4/8). Ia menegaskan materi sejarah TRIP tidak perlu menjadi muatan lokal baru. Cukup dialokasikan dalam beberapa sesi khusus di dalam jam pembelajaran.
"Menurut saya Malang Raya penting, tidak perlu muatan lokal tetapi ada sesi mungkin berapa kali diceritakan karena ada sejarah dan perlu disampaikan supaya mereka tahu, bahwa ini tidak hanya makam tetapi ada cerita di baliknya," kata Sri Untari.
Mengapa Sejarah TRIP Dianggap Penting untuk Pelajar?
Usulan ini berakar pada peristiwa bersejarah di Kota Malang pada 1947. Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan, namun tentara Belanda datang kembali dan memicu pertempuran sengit. Para pelajar yang tergabung dalam TRIP memilih angkat senjata mempertahankan kemerdekaan.
"Kan saat itu sudah merdeka tetapi tentara Belanda datang sehingga mereka (TRIP) bertempur," ujar Sri Untari.
Politisi asal daerah pemilihan Jawa Timur itu menilai merawat sejarah berarti menjaga nilai-nilai perjuangan yang dicatat generasi terdahulu. Hal ini akan memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan pelajar era modern.
Relevansi Semangat TRIP di Era Modern
Sri Untari memandang semangat, keberanian, dan aksi heroik pelajar TRIP masih relevan untuk diimplementasikan saat ini. Meski tantangannya berbeda, esensi perjuangan membela negara tetap dapat dilakukan generasi muda.
"Supaya tidak melupakan bahwa anak-anak muda punya keberanian membela negara. Sekarang apa yang bisa dilakukan membela negara, salah satunya dengan berprestasi," ucap Sri Untari.
Dengan demikian, nilai kepahlawanan TRIP di masa lalu dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di masa kini, seperti meraih prestasi akademik maupun non-akademik.
Peringatan dan Monumen TRIP di Kota Malang
Peringatan perjuangan TRIP di Kota Malang telah digelar pada Jumat (31/7) melalui aksi teatrikal di Jalan Salak, yang dikenal sebagai Jalan Pahlawan TRIP. Aksi tersebut menggambarkan perlawanan tangguh TRIP dalam menghadang pasukan Belanda yang melancarkan agresi militer.
Di lokasi itu berdiri monumen TRIP yang menyatu dengan makam 35 pelajar gugur saat berjuang. Keberadaan monumen dan makam para pahlawan pelajar ini menjadi saksi bisu pertempuran heroik puluhan tahun silam, dan diharapkan terus dikenang generasi penerus.