MUARA SABAK — Polres Tanjung Jabung Timur mengubah paradigma pengawasan komunitas motor dari pendekatan represif menjadi pembinaan berbasis nilai moral. Melalui program bertajuk "geng motor syariah", aparat kepolisian menggandeng 11 perkumpulan motor yang terdata di wilayah tersebut untuk aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen bersama menjaga kabupaten tetap aman, nyaman, dan kondusif. "Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga Kabupaten Tanjung Jabung Timur tetap aman, nyaman, dan kondusif," ujarnya saat memimpin rapat koordinasi di Muara Sabak, Senin.
Isi Kegiatan: Dari Edukasi Pesantren hingga Tanggap Bencana
Program "geng motor syariah" tidak sekadar seremoni. Polres Tanjab Timur telah menyusun rangkaian aktivitas konkret yang akan melibatkan anggota komunitas motor secara langsung di lapangan.
- Kunjungan edukasi ke pondok pesantren dan sekolah-sekolah di Tanjabtim.
- Bakti sosial dan gotong royong di lingkungan masyarakat.
- Bakti religi di rumah ibadah serta membantu warga terdampak bencana alam.
- Edukasi persuasif tentang budaya berkendara yang aman dan tertib.
Langkah ini diambil setelah pihak kepolisian melakukan penelusuran data. Dari 11 perkumpulan motor yang terdata, dua di antaranya tidak aktif dan belum ditemukan aktivitas tindak kriminal yang dilakukan oleh geng motor di wilayah tersebut.
Fokus Utama: Menekan Balap Liar Akhir Pekan
Meski nihil tindak kriminal, polisi tetap mewaspadai potensi gangguan keamanan. Aktivitas balap liar khususnya pada malam akhir pekan dan hari libur masih menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
AKBP Ade Candra menekankan bahwa keberhasilan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Sinergi dibutuhkan dari pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, hingga komunitas motor itu sendiri.
"Rapat koordinasi ini tidak hanya berorientasi pada aspek penegakan hukum, tetapi lebih mengedepankan langkah-langkah preventif agar Kabupaten Tanjung Jabung Timur tetap terbebas dari kelompok yang berpotensi melakukan tindakan anarkis maupun tindak pidana," tegasnya.
Dukungan Penuh Bupati untuk Wadah Kreativitas Pemuda
Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai pencegahan dan penanggulangan geng motor merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah daerah dipastikan mendukung keberadaan komunitas motor selama aktivitas yang dilakukan bersifat positif dan bermanfaat bagi masyarakat. "Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dan memfasilitasi berbagai kegiatan positif sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas secara produktif," kata Dillah.
Dukungan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa komunitas motor di Tanjabtim diposisikan sebagai mitra strategis pembangunan daerah, bukan objek razia. Dengan pendekatan preventif berbasis nilai agama dan sosial, Polres Tanjab Timur berharap budaya berkendara yang tertib dapat tumbuh dari kesadaran internal para bikers.