PALU — Enam kolam budidaya ikan sistem bioflok mulai beroperasi di dua kelurahan di Kota Palu. Sebanyak 700 benih ikan nila ditebar sebagai langkah awal penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menyampaikan bahwa metode bioflok menjadi pilihan karena memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan budidaya konvensional. Sistem ini dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan, menjaga kualitas air, hingga meningkatkan hasil produksi secara signifikan.
Kolaborasi Pemkot, DPRD, dan DPR RI dalam Satu Program
Program ini tidak lahir dari anggaran daerah semata. Imelda menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil penyaluran aspirasi dari anggota DPRD Kota Palu kepada Anggota DPR RI Muhidin M. Said.
"Ini merupakan aspirasi dari teman-teman anggota DPRD Kota Palu kepada anggota DPR RI, Pak Muhidin M. Said. Alhamdulillah telah disetujui dua paket bioflok untuk Kota Palu, masing-masing ditempatkan di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Kabonena," ujarnya di Palu, Senin.
Selain benih ikan, kelompok penerima manfaat juga mendapatkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan budidaya. Dukungan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Kunci Keberhasilan Ada di Tangan Pembudidaya
Imelda menekankan bahwa bantuan dari pemerintah hanyalah stimulus awal. Keberhasilan program bergantung pada kesungguhan kelompok dalam mengelola usaha budidaya tersebut.
Ia berharap kelompok penerima dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan secara optimal. Tanpa pengelolaan yang serius, bantuan yang ada tidak akan memberikan dampak ekonomi yang diharapkan.
Pemkot Palu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama DPRD Kota Palu berkomitmen melakukan pendampingan, pembinaan, dan evaluasi secara berkesinambungan. Langkah ini untuk memastikan program berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.
Menjadi Model Perikanan Modern di Tingkat Kelurahan
Pihaknya optimistis budidaya ikan nila sistem bioflok ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Palu.
Program ini dirancang sebagai percontohan pengembangan perikanan budidaya yang produktif, modern, dan berkelanjutan hingga ke tingkat kelurahan. Jika berhasil, model serupa berpotensi direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Tengah.