MUARA SABAK — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menjamin ketahanan pangan daerahnya tetap terjaga meski musim kemarau tengah berlangsung. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Tanjabtim Sunarno menyebut seluruh kelompok tani telah dibekali peralatan pompa air yang tersebar di kecamatan lumbung pangan.
"Kita pastikan aman, kelompok tani sudah dibekali pompa air tersebar di kecamatan lumbung pangan," kata Sunarno di Muara Sabak, Senin.
Fase Generatif Jadi Kunci Ketahanan Tanaman
Seluruh tegakan padi periode tanam April-September telah memasuki tahap reproduksi atau fase generatif. Pada fase ini, kebutuhan air tanaman memang masih krusial, namun ketersediaan pasokan dari saluran primer dan sekunder dinilai masih cukup.
Wilayah yang masuk kategori aman tersebut tersebar di tujuh kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Nipah Panjang seluas 1.027 hektare, Berbak 986 hektare, serta Rantau Rasau 695 hektare.
Kecamatan lainnya meliputi Muara Sabak Timur 255 hektare, Geragai 226 hektare, Dendang 83 hektare, dan Muara Sabak Barat 74 hektare.
Panen Raya dan Target Produksi Gabah
Para petani diprediksi bisa memulai panen raya pada akhir Agustus hingga awal September mendatang. Target produksi ditaksir mencapai 5,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Selain pompa air, keberhasilan sektor pertanian di Tanjabtim juga ditopang oleh keberadaan 17 Brigade Pangan yang tersebar di delapan kecamatan sentra produksi.
Kementerian Pertanian pada tahun ini juga mengucurkan bantuan optimalisasi cetak sawah rakyat seluas 571 hektare. Dari total tersebut, 101 hektare di antaranya telah memasuki tahap finalisasi dan siap digarap petani.
Sunarno menegaskan optimisme pemerintah daerah menjaga swasembada pangan di Tanjabtim. Pihaknya terus berupaya menjaga semangat petani untuk tetap bercocok tanam di tengah tantangan cuaca.