JAMBI — Polsek Kota Baru bersama Pertamina Jambi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pembobolan pipa minyak yang berada di kawasan padat penduduk tersebut. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga dan pihak Pertamina mengenai adanya tumpahan minyak di saluran got yang mengarah pada dugaan aksi pencurian dengan cara mengebor pipa.
Kapolsek Kota Baru Kompol Helrawaty Siregar mengatakan, berdasarkan keterangan warga, para pelaku diketahui menyewa sebuah kios di pinggir Jalan Lintas Sumatera untuk menjalankan aksinya. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pelaku sekaligus penadah hasil curian tersebut.
Modus Penyewaan Kios untuk Menutupi Aksi Pembobolan Pipa
Para pelaku memanfaatkan sebuah kios di pinggir Jalan Surya Darma sebagai tempat berpijak untuk melakukan aksi pembobolan pipa minyak milik Pertamina. Lokasi yang berada di kawasan padat penduduk membuat aksi ini dinilai sangat berbahaya.
"Aksi pencurian dengan mengebor pipa minyak tersebut diduga sudah berlangsung berulang kali dan berpotensi menimbulkan bahaya besar, seperti kebakaran dan pencemaran lingkungan," kata Kompol Helrawaty Siregar di Jambi, Senin.
Pengejaran Terkendala Laporan Resmi dari Pertamina
Meski identitas para pelaku telah diketahui, pengejaran belum bisa dilakukan maksimal karena belum ada laporan resmi yang masuk dari pihak Pertamina Jambi ke kepolisian. Polisi menegaskan tetap melanjutkan pengejaran terhadap para pelaku.
"Karena belum ada laporan resmi dari pihak Pertamina maka polisi belum bisa mengejar pelaku yang identitasnya sudah diketahui," ujarnya.
Pertamina Tutup Pipa yang Dibobol untuk Cegah Kebocoran Lebih Luas
Pihak Pertamina Jambi bergerak cepat dengan melakukan penutupan pada pipa minyak yang dibobol guna mencegah kebocoran lebih luas. Perbaikan pada pipa yang rusak juga telah dilakukan, serta pengamanan di titik-titik rawan ditingkatkan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar pipa migas. Perbuatan ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan warga sekitar.