TANGERANG — Dua ruas jalan penghubung di wilayah utara Kabupaten Tangerang, yakni Ceplak–Penjamuran dan Penjamuran–Kronjo, mulai masuk tahap pengerjaan fisik. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan proses rekonstruksi berjalan bertahap dengan target penyelesaian maksimal 150 hari kalender.
Ruas pertama yang digarap membentang dari Pasar Ceplak hingga perbatasan Tugu Kronjo. Total panjang penanganan mencapai 11 kilometer, mencakup dua segmen jalan yang selama ini menjadi keluhan warga terkait kondisi permukaan aspal.
Rincian Panjang Ruas yang Direkonstruksi
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, membeberkan rincian teknis pengerjaan. Untuk ruas Ceplak–Penjamuran, panjang total mencapai 9,27 kilometer. Hingga 2025, kondisi jalan mantap baru tercatat 3,9 kilometer.
"Pada tahun 2026 dilakukan penanganan segmen 1 hingga segmen 7 sepanjang 5,19 kilometer sehingga kondisi jalan mantap dapat meningkat menjadi 9,09 kilometer," ujar Iwan. Sisa ruas yang belum tertangani di jalur ini tinggal 0,18 kilometer.
Sementara untuk ruas Penjamuran–Kronjo, panjang total 2,34 kilometer. Tahun ini pemerintah daerah mengerjakan rekonstruksi segmen 1 sampai segmen 2 sepanjang 0,93 kilometer. Dengan begitu, kondisi jalan mantap di ruas ini naik dari 0,91 kilometer menjadi 1,84 kilometer, menyisakan 0,5 kilometer yang belum dijamah.
Proyek Prioritas dan Dampak Ekonomi
Bupati Maesyal menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas tahunan pemkab, disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah. Sebelumnya, peletakan batu pertama juga telah dilakukan untuk ruas Pakuhaji–Sepatan dan sejumlah titik di Kecamatan Pasar Kemis.
"Saya minta pengawas benar-benar mengawasi pekerjaan ini agar seluruh proses sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku sehingga hasilnya berkualitas dan dapat dinikmati masyarakat," kata Maesyal di Tangerang, Senin.
Dia berharap rekonstruksi dua ruas ini mampu memperbaiki konektivitas antarwilayah, mempermudah akses warga, serta melancarkan distribusi barang dan aktivitas ekonomi di kawasan utara Tangerang.
Permintaan Maaf atas Gangguan Lalu Lintas
Pemkab Tangerang menyadari pengerjaan proyek ini berpotensi mengganggu arus kendaraan dan aktivitas harian warga. Atas hal tersebut, pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami mohon maaf sebesar-besarnya. Kami memohon doa seluruh masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan tidak mengalami hambatan," ujarnya.
Pemkab meminta seluruh pelaksana dan pengawas proyek bekerja sesuai spesifikasi teknis. Hal ini penting untuk memastikan kualitas jalan benar-benar terjamin dan bisa dimanfaatkan warga dalam jangka panjang.