Pencarian

Alfa Romeo Stelvio Generasi Baru Mundur ke 2028, Ini Dampaknya Buat Calon Pembeli

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:56:48 WIB
Alfa Romeo Stelvio Generasi Baru Mundur ke 2028, Ini Dampaknya Buat Calon Pembeli
Alfa Romeo Stelvio generasi baru resmi mundur ke 2028 dengan strategi powertrain hybrid dan listrik.

JAWA TIMUR — Kabar ini muncul dari laporan Auto Express dan Car and Driver yang sama-sama mengonfirmasi perubahan peta jalan produk Alfa Romeo. Stelvio generasi berikutnya tidak lagi sekadar "SUV listrik", melainkan kendaraan multi-energy yang lahir di atas arsitektur STLA Large milik Stellantis. Artinya, mesin pembakaran internal masih punya tempat di masa depan SUV andalan Alfa — setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.

Buat pasar Indonesia, kabar ini sebenarnya tidak banyak mengubah posisi Stelvio yang sudah lama tidak dijual resmi di sini. Tapi buat yang mempertimbangkan SUV premium Eropa bekas atau lewat jalur importir umum, pergeseran jadwal ini tetap penting karena menentukan nilai residu dan ketersediaan suku cadang beberapa tahun ke depan.

Kenapa Diundur dan Apa yang Berubah dari Rencana Awal?

Jadwal peluncuran yang semula dikabarkan sekitar 2026 kini bergeser mendekati 2028. Bukan cuma masalah produksi — Alfa Romeo ternyata mengubah strategi drastis. Awalnya Stelvio baru direncanakan meluncur sebagai kendaraan listrik murni. Sekarang, SUV ini akan hadir dengan dua opsi powertrain sekaligus: hybrid dan full electric.

Perubahan ini masuk akal kalau melihat kondisi pasar Eropa dan Amerika Utara yang penjualan EV-nya melambat. Dengan menawarkan hybrid, Alfa tetap bisa menjual Stelvio di negara-negara yang infrastruktur charging-nya belum siap. Di sisi lain, platform STLA Large memang dirancang untuk mendukung dua jenis penggerak ini sejak awal, jadi tidak ada kompromi teknis yang besar.

Konsekuensinya, Stelvio yang sekarang harus bertahan lebih lama di showroom. Alfa Romeo dikabarkan akan terus memproduksi Giulia dan Stelvio generasi saat ini sampai sekitar 2027, lengkap dengan pembaruan bertahap dan pembukaan kembali pemesanan untuk varian Quadrifoglio. Di Amerika Serikat, Stelvio bahkan masih terdaftar sebagai model 2026 di Kelley Blue Book.

Ukuran Naik Kelas, Siap Lawan BMW X3 dan Mercedes GLC

Salah satu perubahan paling signifikan ada di dimensi. Stelvio generasi baru dikabarkan tumbuh mendekati panjang 5 yard — atau sekitar 4,5 meter lebih. Ini menempatkannya sedikit di atas BMW X3 dan Mercedes GLC yang sekarang beredar. Ruang kabin dan bagasi jelas bakal lebih lega, sesuatu yang selama ini menjadi keluhan pemilik Stelvio generasi pertama.

Desainnya juga bakal mengadopsi bahasa styling baru yang pertama kali muncul di SUV C-segment yang rencananya meluncur akhir 2027. SUV compact ini — yang diposisikan di antara Junior/Tonale dan Stelvio — akan dibangun di pabrik Melfi, Italia, menggunakan platform STLA Medium. Model inilah yang sebenarnya jadi "SUV all-new pertama" Alfa Romeo, bukan Stelvio.

Varian Quadrifoglio: Masih Ada, Tapi Tenaganya Masih Misteri

Alfa Romeo dikabarkan tetap mengembangkan versi performa Quadrifoglio untuk Stelvio baru. Tidak ada detail resmi soal mesinnya, tapi spekulasi menyebut angka tenaga yang bisa mendekati empat digit horsepower untuk varian listrik. Kalau benar, ini akan menempatkan Stelvio Quadrifoglio di liga yang sama dengan SUV performa listrik dari Tesla dan Porsche.

Tapi jangan buru-buru berharap. Laporan hanya menyebut "potensi" angka tersebut, dan sampai ada konfirmasi resmi dari Stellantis, semua masih spekulasi. Yang lebih realistis untuk dinantikan adalah varian hybrid berperforma tinggi, yang kemungkinan besar memakai basis mesin 2.0 liter turbo yang sudah terbukti di model-model Stellantis lainnya.

Harus Beli Sekarang atau Tunggu?

Kalau kebutuhan SUV premium tidak bisa ditunda, Stelvio yang sekarang masih jadi pilihan menarik — terutama di pasar bekas Eropa di mana harganya sudah jauh turun dari harga barunya. Desainnya masih terlihat segar, handling-nya tetap salah satu yang terbaik di kelas D-segment SUV, dan kabar perpanjangan produksi sampai 2027 berarti suku cadang tidak akan jadi masalah dalam waktu dekat.

Tapi kalau prioritas utama adalah teknologi terbaru — terutama soal powertrain hybrid atau listrik — menunggu sampai 2028 adalah keputusan yang masuk akal. Yang perlu dicermati dalam dua tahun ke depan adalah bagaimana Alfa Romeo dan Stellantis mengunci detail platform STLA Large, terutama soal kapasitas baterai dan jarak tempuh untuk varian listriknya. Itu yang akan menentukan apakah Stelvio baru benar-benar bisa menantang dominasi BMW X3 dan Mercedes GLC di segmennya.

Bagikan
Sumber: motor1.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks