Pencarian

3 Orang Meninggal dalam Konflik Adonara Timur, Gubernur NTT Pimpin Rakor Cari Akar Persoalan

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:19:00 WIB
3 Orang Meninggal dalam Konflik Adonara Timur, Gubernur NTT Pimpin Rakor Cari Akar Persoalan
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda untuk mencari akar persoalan konflik di Adonara Timur.

KUPANG — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa penghentian bentrokan fisik tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan di Adonara. Ia meminta seluruh pihak mencari akar masalah agar konflik antarwarga yang memakan korban jiwa tidak terulang kembali.

"Untuk kejadian yang terjadi di Adonara ini mesti kita cari cara untuk segera diselesaikan. Kita mesti cari akar persoalannya agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari," tegas Gubernur Melki dalam arahannya di Ruang Rapat Gubernur NTT, Senin (3/8/2026).

Kerugian Materi Capai Puluhan Rumah dan Kendaraan Terbakar

Bentrokan yang terjadi sejak 6 Maret 2026 itu meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat tiga orang meninggal dunia dan 17 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kerugian materi juga tidak bisa dianggap remeh. Sebanyak 68 unit rumah warga hangus terbakar, sembilan unit sepeda motor turut ludes, dan 14 unit peralatan elektronik mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Forkopimda dan Perangkat Daerah Dilibatkan

Rakor yang dipimpin Gubernur Melki dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi NTT serta pimpinan perangkat daerah terkait. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan langkah penanganan konflik berjalan terukur dan komprehensif.

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mengawal seluruh proses penyelesaian hingga tercapai kesepakatan damai yang bisa diterima semua pihak. "Kita perkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan konflik berorientasi pada rekonsiliasi," ujarnya.

Gubernur Imbau Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Di tengah upaya mediasi, Gubernur Melki mengajak kedua belah pihak yang bertikai untuk menahan diri. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap masyarakat Adonara dapat segera kembali hidup dalam suasana aman, damai, dan harmonis. Proses rekonsiliasi akan terus dikawal hingga kesepakatan damai benar-benar terwujud di lapangan.

Bagikan
Sumber: nttpembaruan.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks