Pencarian

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Gandeng Investor AS Energy Three International Olah Sampah di Soloraya, Target 1.000 Ton per Hari

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:47:32 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Gandeng Investor AS Energy Three International Olah Sampah di Soloraya, Target 1.000 Ton per Hari
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan perwakilan investor Amerika Serikat Energy Three International untuk membahas pengolahan sampah di Soloraya.

SEMARANG — Kawasan Soloraya yang meliputi tujuh kabupaten/kota menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah per hari, namun hingga kini belum seluruhnya tertangani. Investasi dari Energy Three International (E3i) ini diharapkan menjadi solusi atas timbulan sampah lama yang volumenya sangat besar dan belum terolah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan perwakilan E3i, Medhat Omran, di kantornya pada Senin (3/8/2026). Dalam pertemuan itu, Luthfi menyampaikan optimismenya terhadap rencana investasi yang dinilainya mampu menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” kata Luthfi dalam keterangan resminya.

Fasilitas Waste to Fuel di Boyolali

Investor asal AS tersebut diarahkan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau waste to fuel. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengungkapkan lokasi fasilitas direncanakan berada di Kabupaten Boyolali.

“Soloraya itu sampahnya di atas 1.000 ton per hari. Investor ini masuk untuk waste to fuel,” jelas Heru. Saat ini, lahan yang tersedia di Boyolali mencapai 20 hektare dari total kebutuhan 25 hektare untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Kapasitas 1.000 Ton per Hari untuk Tujuh Daerah

Fasilitas pengolahan ini ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1.000 ton sampah per hari. Layanan ini akan menjangkau Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Kota Surakarta.

Gubernur Luthfi menjelaskan, sejumlah daerah aglomerasi lain sebenarnya telah memiliki kesepakatan pengolahan sampah. “Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah. Seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru. Sampah lama masih dicarikan investor,” tambahnya.

Teknologi Zero Emission dan Target Zero Sampah 2028

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, memastikan proyek ini akan menggunakan teknologi baru dengan sistem zero emission. Pihaknya menjamin fasilitas pengolahan sampah tersebut ramah lingkungan dan tidak mencemari area sekitar.

“Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara,” ujar Omran.

Investasi ini merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi untuk membawa Jawa Tengah menuju zero sampah pada 2028. Proyek ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja lokal hingga hampir 300 orang.

“Kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan kita bangun. Sehingga proyek ini akan bermanfaat bagi semua orang dalam banyak hal,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks