Pencarian

ODGJ di Nunukan Nekat Lompat ke Sungai dari Jembatan 3 Meter, Tim Damkar 30 Menit Bujuk agar Mau Dievakuasi

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:21:20 WIB
ODGJ di Nunukan Nekat Lompat ke Sungai dari Jembatan 3 Meter, Tim Damkar 30 Menit Bujuk agar Mau Dievakuasi
Petugas Damkar mengevakuasi Dullah dari dasar sungai setelah membujuknya selama 30 menit di Nunukan.

NUNUKAN — Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Nunukan harus melakukan pendekatan persuasif selama 30 menit untuk mengevakuasi Dullah yang bersembunyi di dasar sungai. Korban akhirnya berhasil diangkat dan langsung dirujuk ke Puskesmas Nunukan Selatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasi Bantuan Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Nunukan, Aristra Pratama Sanmigo, mengatakan kejadian bermula saat seorang warga yang melintas mendengar tangis sayup-sayup dari bawah jembatan pada pukul 19.00 WITA. Setelah ditelusuri, warga menemukan Dullah sedang duduk tergenang air sambil menyandarkan punggungnya ke dinding beton.

Di Bawah Jembatan, Dullah Ditemukan dengan Lutut Memar

Kondisi Dullah saat ditemukan cukup memprihatinkan. Ia tampak meringkuk di bawah pipa besar PDAM dengan posisi tubuh tergenang air sungai yang dingin. Petugas yang tiba di lokasi menemukan memar parah pada lutut kiri korban akibat benturan keras saat melompat dari jembatan.

"Warga menelusuri sumber suara tangis itu dan menemukan Dullah. Kejadian ini lantas dilaporkan ke petugas Damkar," ujar Aristra, Senin (3/8).

Merajuk karena Tidak Diberi Makan Jadi Pemicu

Proses evakuasi berjalan alot karena Dullah menolak untuk diangkat dari dasar sungai. Tim Damkar harus merayu dan membujuknya selama setengah jam sebelum akhirnya korban bersedia dievakuasi. Rasa sakit pada lutut kiri yang dideritanya disebut menjadi pemicu tangisnya pecah di tengah malam.

Dari keterangan warga sekitar, aksi nekat tersebut diduga kuat dipicu oleh rasa kecewa lantaran korban sedang emosi karena tidak diberi makan. "Kami belum tahu motif pasti Dullah melompat ke sungai. Berdasarkan informasi warga sekitar, dia merajuk karena tidak diberi makan," tutur Aristra.

Penanganan ODGJ di Nunukan Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Peristiwa ini kembali menyoroti dilema penanganan ODGJ di wilayah perbatasan. Belum ada data pasti mengenai jumlah ODGJ di Nunukan, namun kasus serupa kerap kali ditangani secara insidental oleh petugas gabungan tanpa adanya program rehabilitasi berkelanjutan dari dinas terkait.

Pihak Damkar sendiri menegaskan bahwa tugas mereka hanya sebatas evakuasi dan pertolongan pertama. Setelah kondisi Dullah stabil, ia akan menjadi tanggung jawab Puskesmas Nunukan Selatan untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan rujukan ke fasilitas kesehatan jiwa yang lebih memadai.

Bagikan
Sumber: kabarnunukan.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks