MAKASSAR — Memasuki pekan pertama Agustus, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprediksi masih akan diselimuti cuaca cerah. Dari 24 kabupaten/kota yang menjadi wilayah pantauan BMKG, sebanyak 20 daerah diprakirakan cerah, tiga wilayah cerah berawan, dan dua wilayah berpotensi udara kabur.
Kondisi ini masih sejalan dengan siklus musim kemarau yang biasanya mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca panas dan udara kering yang menyertai fenomena tahunan ini.
Daftar Wilayah Cerah dan Berawan di Sulsel Besok
Wilayah dengan kategori cerah diprakirakan terjadi di hampir seluruh pesisir barat dan timur Sulawesi Selatan. Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi, Parepare, serta Palopo diprediksi cerah sepanjang hari.
- Cerah: Makassar, Parepare, Bone, Maros, Gowa, Takalar, Pangkep, Barru, Soppeng, Sidrap, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Wajo, Sinjai, Jeneponto, dan Pinrang.
- Cerah Berawan: Kepulauan Selayar, Toraja Utara, dan Tana Toraja.
- Udara Kabur: Bulukumba dan Bantaeng.
Untuk wilayah yang masuk kategori cerah berawan, seperti Tana Toraja dan Toraja Utara, potensi hujan tetap rendah. Sementara itu, fenomena udara kabur di Bulukumba dan Bantaeng umumnya terjadi pada pagi hari dan berpotensi mengurangi jarak pandang pengguna jalan.
Suhu Ekstrem 32 Derajat, Warga Diminta Antisipasi Dehidrasi
Berdasarkan data parameter cuaca BMKG, suhu udara di Sulsel berkisar antara 14 derajat Celsius di daerah dataran tinggi hingga 32 derajat Celsius di wilayah pesisir. Tingkat kelembapan udara berada pada rentang 51 hingga 98 persen.
Kombinasi suhu panas dan kelembapan yang rendah pada siang hari membuat tubuh mudah kehilangan cairan. BMKG menyarankan warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk memperbanyak minum air putih dan mengurangi paparan langsung sinar matahari pada pukul 11.00 hingga 15.00 WITA.
Pada malam hari, kondisi umum diprakirakan cerah berawan tanpa potensi hujan yang signifikan. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah pada malam hari, namun tetap perlu memerhatikan kesehatan tenggorokan akibat udara yang cenderung kering.
Dampak Udara Kabur bagi Nelayan dan Pengendara di Bulukumba
Potensi udara kabur di Bulukumba dan Bantaeng perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan yang melaut pada dini hari dan pengendara yang melintasi jalur pesisir. Jarak pandang horizontal yang berkurang bisa mengganggu navigasi.
BMKG mengimbau masyarakat di dua kabupaten tersebut untuk menyalakan lampu kendaraan meski siang hari dan menjaga jarak aman saat berkendara. Kondisi ini merupakan fenomena umum akibat pendinginan permukaan tanah yang cepat pada malam hari selama musim kemarau.