Pencarian

12 Orang Evakuasi Wanita 300 Kg di Sragen yang Sesak Napas, Akses Pintu Rumah Jadi Kendala Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:22:01 WIB
12 Orang Evakuasi Wanita 300 Kg di Sragen yang Sesak Napas, Akses Pintu Rumah Jadi Kendala Utama
Sebanyak 12 orang petugas gabungan mengevakuasi seorang wanita obesitas di Sragen yang mengalami sesak napas berat.

SRAGEN — Seorang wanita berusia 39 tahun bernama Isnani harus dievakuasi secara darurat dari rumahnya di Sragen Tengah, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, akibat mengalami sesak napas berat. Proses evakuasi yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) ini berjalan alot lantaran kondisi fisik pasien yang mencapai 300 kilogram dan akses rumah yang sempit.

Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, Rizky Nugroho Jati, menyatakan kondisi Isnani saat ditemukan sudah sangat mengkhawatirkan. Saturasi oksigen pasien berada di angka 63 persen dan napasnya tersengal-sengal.

"Kondisi mbaknya sesak napas, kesulitan bernapas. Sebelumnya memang pernah mondok di RSUD, sempat membaik, tapi ini tadi sesak lagi," kata Rizky saat dihubungi detikJateng via telepon.

Pintu Kamar Sempit, Kasur Digeser Perlahan ke Ruang Tamu

Kendala utama di lapangan bukan hanya bobot pasien, melainkan juga kondisi rumah yang tidak memungkinkan petugas membawa tandu masuk ke kamar. Lebar pintu kamar Isnani disebut tidak sampai satu meter, sementara ia sudah tidak mampu berjalan.

"Akses pintu kamarnya sempit, nggak sampai satu meter. Sementara beliau badannya lumayan besar dan sudah tidak bisa jalan. Jadi tadi kami harus geser kasurnya dulu perlahan bersama beliaunya sampai ke ruang tamu," ungkap Rizky.

Proses menggeser kasur dari kamar ke ruang tamu ini memakan waktu cukup lama dan membutuhkan koordinasi ketat antar petugas agar posisi pasien tetap aman.

Tandu Standar Tak Muat, Damkar Kirim Tandu Basket Khusus

Setelah berhasil membawa pasien ke ruang tamu, tim medis dihadapkan pada persoalan baru: alat angkut. Tandu ambulans standar hanya mampu menahan beban maksimal 150 kilogram, jauh di bawah bobot pasien yang hampir dua kali lipatnya.

"Kita sempat putar otak karena tandu standar itu maksimal hanya untuk beban 150 kg. Akhirnya ada opsi pakai tandu basket milik Damkar. Itu sebenarnya untuk evakuasi di ketinggian, tapi karena kuat menahan beban lebih dari 300 kg dan ada pengamannya, itu yang kami gunakan," tutur Rizky.

Evakuasi gabungan ini melibatkan personel dari PMI, BPBD, Damkar, PSC 119, serta warga sekitar. Total ada sekitar 12 orang yang bekerja sama mengangkat dan memindahkan pasien ke dalam ambulans.

Dua Tabung Oksigen Habis Selama Perjalanan ke Rumah Sakit

Perjalanan menuju RSUD Sragen menjadi momen krusial bagi keselamatan Isnani. Kondisinya yang megap-megap memaksa tim medis menghabiskan dua tabung oksigen penuh untuk menjaga pasokan napasnya selama di perjalanan.

"Saturasinya rendah sekali, sudah megap-megap. Selama proses evakuasi dari rumah sampai ke rumah sakit, kami habis dua tabung oksigen untuk memacu napasnya. Alhamdulillah, sampai di RSUD Sragen saturasi sudah mulai stabil di angka 84 persen," bebernya.

Menurut keterangan keluarga, Isnani memiliki riwayat obesitas yang sudah berlangsung lama. Berat badannya tercatat sekitar 250 kilogram enam bulan lalu, dan diperkirakan kini mendekati 300 kilogram. Keluarga juga menduga pasien mengidap gangguan pernapasan atau asma yang kambuh secara berkala.

"Saat ini dibawa ke RSUD, yang pasti kan beliau ada obesitas jadi kesulitan untuk bernapas, asma mungkin," pungkas Rizky.

Hingga berita ini diturunkan, Isnani masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sragen. Tim medis terus memantau kondisi saturasi oksigen dan fungsi pernapasannya untuk memastikan kondisinya stabil pasca-evakuasi.

Bagikan
Sumber: detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks