WAIKABUBAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik di daratan Pulau Sumba, NTT, pada Senin (3/8/2026) pukul 20.13 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 9.66 Lintang Selatan dan 119.42 Bujur Timur, berjarak sekitar 3 kilometer di Timur Laut Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat.
Dengan kedalaman hiposenter hanya 6 kilometer, gempa dangkal ini dirasakan warga di wilayah Sumba Barat dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu, hingga menyebabkan gantungan-gantungan benda ringan berayun.
Pemicu Gempa: Aktivitas Sesar Aktif Daratan Sumba
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan Sumba Barat. Secara geologis, Pulau Sumba dipengaruhi oleh sesar naik dan geser (strike-slip) yang terbentuk akibat transpresi di zona transisi subduksi antara Lempeng Samudra Hindia dan Lempeng Australia.
Meskipun kekuatannya relatif kecil dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan adanya gempa bumi susulan. Data sementara yang dirilis BMKG masih dapat berubah seiring dengan kelengkapan informasi yang masuk.
Yang Perlu Dilakukan Warga Saat Terjadi Gempa
Menghadapi potensi gempa susulan, BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Kunci utama sebelum gempa adalah mengenali karakteristik gempa bumi dan mengetahui titik-titik aman di sekitar tempat tinggal maupun tempat kerja.
Berikut langkah-langkah yang disarankan BMKG untuk dilakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa bumi terjadi:
- Sebelum gempa: Kenali jenis gempa bumi dan risiko di lingkungan sekitar. Amankan barang-barang berat yang berpotensi jatuh dan tentukan jalur evakuasi terdekat.
- Saat gempa: Lindungi kepala dan badan dengan berlindung di bawah meja yang kokoh. Jika berada di dalam ruangan, jangan langsung keluar dan hindari kaca atau benda yang mudah pecah.
- Sesudah gempa: Evakuasi ke lapangan terbuka dengan tenang, hindari bangunan yang retak atau rusak, serta periksa apakah ada korban atau kebocoran gas di sekitar Anda.
Informasi mengenai gempa ini pertama kali disebarluaskan melalui akun resmi media sosial BMKG, @infoBMKG, yang meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.