Pencarian

Nilai Ekspor Sumatera Utara Tembus 6,5 Miliar Dolar AS hingga Juni 2026, Tiongkok Jadi Pasar Terbesar

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:22:32 WIB
Nilai Ekspor Sumatera Utara Tembus 6,5 Miliar Dolar AS hingga Juni 2026, Tiongkok Jadi Pasar Terbesar
Nilai ekspor Sumatera Utara mencapai 6.532,56 juta dolar AS pada Januari-Juni 2026, naik 12,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

MEDAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat kinerja ekspor yang solid sepanjang semester pertama 2026. Secara kumulatif, nilai pengiriman barang keluar negeri dari provinsi ini mencapai 6.532,56 juta dolar AS, melonjak 12,21 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

Statistisi Ahli Utama BPS Sumatera Utara, Misfaruddin, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang kuat dari sejumlah negara mitra dagang utama. “Perkembangan secara kumulatif mengalami kenaikan 12,21 persen dari 6.532,56 juta dolar AS sebelumnya 5.821,83 juta dolar AS pada Januari-Juni 2025,” ujarnya di Medan, Senin.

Lemak Nabati dan Produk Kimia Dominasi Komoditas Andalan

Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewan/nabati masih menjadi primadona ekspor Sumatera Utara. Nilai ekspornya mencapai 2.514,16 juta dolar AS atau berkontribusi 38,49 persen dari total ekspor. Sektor ini mencakup produk-produk turunan kelapa sawit yang menjadi andalan utama daerah.

Di posisi kedua, berbagai produk kimia mencatatkan nilai ekspor sebesar 1.072,49 juta dolar AS dengan pangsa pasar 16,42 persen. Kedua sektor ini secara bersama-sama menguasai lebih dari separuh total nilai ekspor non-migas Sumatera Utara selama periode Januari hingga Juni 2026.

Sektor Industri Mendominasi, Pertanian Tumbuh Positif

Menurut data BPS, sektor industri masih menjadi tulang punggung ekspor Sumatera Utara dengan kontribusi mencapai 93,21 persen atau senilai 6.089,09 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan daya saing produk manufaktur lokal yang terus menguat di pasar internasional.

Sementara itu, sektor pertanian turut memberikan sumbangsih sebesar 442,60 juta dolar AS atau setara 6,78 persen dari total ekspor. Angka ini mencerminkan bahwa produk-produk perkebunan dan pertanian rakyat masih memiliki pasar yang stabil di luar negeri.

Pasar Tiongkok, AS, dan India: Tiga Negara Tujuan Terbesar

BPS Sumatera Utara merinci tiga negara tujuan ekspor terbesar sepanjang Januari-Juni 2026. Tiongkok memimpin dengan nilai impor mencapai 1.111,79 juta dolar AS atau 17,02 persen dari total ekspor, disusul Amerika Serikat dengan 920,77 juta dolar AS (14,10 persen), dan India dengan 459,45 juta dolar AS (7,03 persen).

“Ketiga negara itu berkontribusi mencapai 38,15 persen dari negara tujuan utama dan negara lainnya,” kata Misfaruddin. Konsentrasi pasar ini menunjukkan ketergantungan ekspor Sumatera Utara pada tiga ekonomi besar dunia, sekaligus membuka peluang diversifikasi ke pasar-pasar baru.

Impor Juga Naik, Bahan Bakar Mineral Mendominasi

Di sisi lain, nilai impor Sumatera Utara juga mengalami kenaikan. Secara kumulatif, impor pada Januari-Juni 2026 tercatat sebesar 2.942,28 juta dolar AS, meningkat 11,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.649,10 juta dolar AS.

Bahan bakar mineral menjadi komoditas impor terbesar dengan nilai 636,90 juta dolar AS atau 21,65 persen dari total impor. Disusul oleh mesin-mesin atau pesawat mekanik yang mencapai 263,21 juta dolar AS dengan pangsa 8,91 persen, menandakan aktivitas industri pengolahan di dalam negeri yang masih bergantung pada pasokan barang modal dari luar negeri.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks