YOGYAKARTA — Dua kelompok siswa SMK Negeri 1 Saptosari memastikan diri lolos ke tingkat nasional FIKSI 2026 setelah melalui pendampingan intensif dari Rumah BUMN Gunungkidul. Dua kelompok lainnya berhasil menembus seleksi tingkat regional dalam ajang yang sama.
Keberhasilan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo menyebut pencapaian siswa tersebut sejalan dengan semangat kemerdekaan untuk membangun generasi muda yang mandiri dan inovatif.
Dua Produk Karya Siswa yang Tembus Final Nasional
Inovasi pertama yang lolos adalah Umami, bumbu penyedap rasa non-MSG berbahan dasar cangkang udang. Produk ini memanfaatkan limbah hasil laut dari kawasan pesisir selatan Gunungkidul menjadi bumbu masak serbaguna.
Inovasi kedua bernama GutReady, minuman serbuk instan berbahan pangan lokal seperti pisang, gembili, singkong, dan berbagai buah khas Gunungkidul. Produk ini dikembangkan sebagai pendukung gaya hidup sehat.
Sementara itu, dua inovasi lain yang menembus seleksi regional adalah ESand Vest 2in1, rompi wastra multifungsi yang bisa diubah menjadi tas jinjing, serta Tanera, makanan ringan sehat berbahan biji munggur, biji labu, dan buah ciplukan.
Pendampingan Bisnis Tak Berhenti di Kompetisi
Rumah BUMN Gunungkidul tidak hanya menyiapkan para siswa untuk memenangkan lomba. Program pendampingan mencakup pembuatan toko di marketplace, pengelolaan pemasaran digital melalui media sosial, pengembangan website bisnis, hingga integrasi produk ke saluran pemasaran Rumah BUMN.
Fasilitator Rumah BUMN Gunungkidul Atikka menegaskan pembinaan diarahkan agar para siswa mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah kompetisi usai. "Harapannya, inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Deri menambahkan bahwa pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal menjadi salah satu upaya PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lapangan usaha baru bagi generasi muda.
Sinergi Sekolah dan BUMN Perluas Wawasan Siswa
Kepala SMK Negeri 1 Saptosari Markidin Parikesit mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Rumah BUMN Gunungkidul. Menurutnya, pendampingan ini membuka wawasan siswa bahwa kewirausahaan dapat menjadi pilihan karier setelah lulus sekolah.
"Sinergi seperti ini penting untuk terus dilanjutkan," kata Markidin.
Rumah BUMN Gunungkidul merupakan program pemberdayaan ekonomi yang dikelola PLN untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan wirausaha muda. Selain pelatihan dan digitalisasi usaha, lembaga ini juga menyediakan Basecamp Millennial sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk belajar, berjejaring, dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.