Pencarian

Disbud NTB Usulkan ASN Wajib Pakai Tenun Khas Daerah Setiap Kamis, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp 1,2 Miliar

Selasa, 04 Agustus 2026 β€’ 01:55:05 WIB
Disbud NTB Usulkan ASN Wajib Pakai Tenun Khas Daerah Setiap Kamis, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp 1,2 Miliar
Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan menunjukkan kain tenun khas daerah di Museum NTB, Mataram, Senin (3/8/2026).

MATARAM β€” Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB tengah menyiapkan draf kebijakan yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB mengenakan tenun khas daerah setiap hari Kamis. Usulan tersebut dinilai strategis untuk menghidupkan kembali tradisi menenun di tengah masyarakat sekaligus menopang pendapatan perajin lokal.

Kepala Disbud NTB Muhamad Ihwan mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan usulan ini kepada Gubernur NTB untuk diformalkan melalui peraturan gubernur. Ia mencontohkan, kebiasaan memakai tenun secara kolektif terbukti mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

β€œKetika bicara tenun, alangkah bagusnya setiap Kamis, ASN pakai tenun NTB,” kata Ihwan saat ditemui di Museum NTB, Mataram, Senin, 3 Agustus 2026.

Festival Rimpu Mastika Buktikan Dampak Ekonomi Tenun

Usulan ini bukan tanpa dasar. Ihwan merujuk pada penyelenggaraan Festival Rimpu Mastika di Kota Bima yang rutin digelar setiap tahun. Dalam festival tersebut, ribuan peserta kompak mengenakan kain tenun khas Bima, menciptakan permintaan besar-besaran terhadap produk perajin setempat.

Dari ajang itu, sekitar 3.000 lembar kain tenun terjual dengan harga rata-rata Rp400 ribu per lembar. Angka tersebut setara dengan perputaran uang mencapai Rp 1,2 miliar dalam satu kali penyelenggaraan.

β€œDi Festival Rimpu, pemerintah turut campur mempromosikan (tenun). Semua ASN turun untuk pawai,” ujarnya.

Bukan Sekadar Atribut, tapi Juga Identitas saat Menerima Tamu

Dalam usulan yang sama, Disbud NTB tidak hanya mengatur penggunaan tenun. Mereka juga mendorong ASN mengenakan pelengkap busana tradisional seperti sapo dan sambolo, terutama saat menerima tamu dinas. Langkah ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada pihak luar.

β€œKetika para tamu bangga dengan kebudayaan mereka, maka kami juga harus lebih bangga dengan kebudayaan NTB,” ucap Ihwan.

Tenun merupakan satu dari 12 objek pemajuan kebudayaan yang menjadi fokus kerja Disbud NTB. Dengan adanya aturan yang mengikat, pelestarian budaya diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan perajin di tingkat akar rumput.

Promosi Tenun NTB Sudah Tembus Panggung Mode Nasional

Langkah Disbud ini memperkuat agenda promosi yang sebelumnya telah dilakukan jajaran eksekutif daerah. Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTB tampil mengenakan tenun daerah dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas pasar wastra NTB. Dengan adanya kebijakan wajib tenun bagi ASN, permintaan domestik diharapkan stabil sehingga perajin tidak hanya bergantung pada momen pameran atau festival.

Bagikan
Sumber: lingkartv.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks