SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berhasil menembus posisi lima besar daerah tujuan penanaman modal nasional pada semester I 2026. Realisasi investasi yang masuk mencapai Rp 66,3 triliun, melanjutkan momentum positif yang sudah terbangun sejak tahun sebelumnya.
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen daerah dalam menciptakan iklim usaha yang aman, nyaman, dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. "Investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan pengusaha lokal dan UMKM," ujarnya dalam keterangan di Serang, Senin.
Lonjakan Investasi dari Triwulan Pertama
Memasuki triwulan I 2026, realisasi investasi di Banten tercatat Rp 34,4 triliun. Angka tersebut terus bertumbuh signifikan hingga akhir semester pertama, menunjukkan kepercayaan investor yang kian menguat terhadap provinsi di ujung barat Pulau Jawa ini.
Tidak hanya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Banten juga menjadi magnet bagi Penanaman Modal Asing (PMA). Ketua Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, menyebut banyak investor asal Vietnam mulai menjadikan Banten sebagai tujuan utama investasi baru di Indonesia.
Infrastruktur Lengkap dan Pasar Domestik Jadi Daya Tarik
Menurut Edwin, posisi Banten sangat strategis didukung infrastruktur jalan tol, akses kereta, pelabuhan, bandara, dan kawasan industri yang lengkap. Besarnya pasar domestik turut menjadi pertimbangan utama para investor mancanegara.
Sektor yang dilirik investor mencakup manufaktur, properti, hingga peternakan sapi perah. "Peternakan sapi perah memiliki prospek besar untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional," jelas Edwin.
Komitmen Baru Rp 81 Triliun dan Forum Investasi
Menyikapi tingginya minat tersebut, Pemprov Banten dalam waktu dekat akan menggelar Banten Investment Forum. Kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan investor global dengan pelaku usaha lokal.
Saat ini, sejumlah konsorsium telah menyatakan komitmen baru menanamkan modal senilai Rp 81 triliun di wilayah Banten. Angka ini menambah optimisme pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
Dunia Usaha Minta Perizinan Dipercepat
Di tengah tren positif ini, kalangan dunia usaha meminta pemerintah daerah terus mempercepat pelayanan perizinan, memberikan perlindungan investasi, serta memberantas praktik premanisme. Stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama menjaga iklim usaha tetap kondusif.
Menindaklanjuti hal itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama DPRD Provinsi Banten menegaskan komitmennya bersinergi dengan aparat penegak hukum. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan iklim usaha yang kondusif di Tanah Jawara.