JAKARTA — Skuad Merah Putih memastikan dominasi di nomor kyorugi saat kejuaraan Asia memasuki hari kedua. Selain Raihan, emas kedua dipersembahkan Aqila Ramadani yang tampil gemilang di kelas -57kg putri setelah mengalahkan rekan senegaranya, Silvana Lamanda, dengan skor identik 2-0.
Bagi Raihan, kemenangan di hadapan pendukung sendiri terasa spesial. Ia mengaku tampil penuh percaya diri sejak awal pertandingan dan berhasil mengontrol jalannya laga final.
“Alhamdullillah bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Sejak awal saya sudah optimistis bisa meraih kemenangan di sini. Ini laga final yang sangat berkesan karena bisa naik podium di hadapan supporter sendiri,” kata Raihan usai pertandingan.
Modal Berharga Raihan Fadila di Tahun Reset Poin Olimpiade
Kejuaraan ini terdaftar resmi sebagai ajang level G2 World Taekwondo, yang memberikan bobot poin ranking tinggi bagi para atlet. Raihan menegaskan bahwa hasil ini bukan sekadar soal medali, melainkan investasi jangka panjang untuk kariernya di pentas dunia.
“Saya sangat ingin tampil di Olimpiade. Ranking poin dunia kan di-reset (untuk pengumpulan poin Olimpiade), jadi kemenangan ini menjadi modal berharga bagi saya (menuju Los Angeles),” ujar Raihan.
Perjalanan Raihan menuju final tidak mudah. Sebelum menaklukkan Akshay Hooda, ia harus melewati hadangan atlet Kazakhstan, Aburakhmon Maripov, dengan skor tipis 2-1 di babak penyisihan.
Final Sesama Warga Indonesia di Kelas -57kg Putri
Partai final nomor kyorugi kelas -57kg putri menyajikan duel internal yang menarik. Aqila Ramadani dari Jawa Barat tampil superior untuk merebut emas, sementara Silvana Lamanda harus puas dengan medali perak.
Silvana melaju ke final setelah mengalahkan Wing Chi Tse, Ishwari Sonawane, serta Stacey Hymer. Adapun Aqila menghentikan langkah Jihan Safira, Lila Ardian Murata, dan wakil India Ishwari Sonawane di babak sebelumnya.
Poomsae Jadi Kontributor Terbesar dengan Tujuh Emas
Sebelum nomor kyorugi memanaskan persaingan, tim poomsae Indonesia telah lebih dulu menguasai puncak klasemen perolehan medali. Disiplin seni ini menyumbang tujuh medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu bagi kontingen tuan rumah.
Nama-nama seperti Muhammad Hafiz Fachrur Rhozy, Daniel Harsono, hingga Andi Sultan tercatat sebagai penyumbang emas di berbagai kategori umur. Total koleksi Indonesia sementara ini mencapai sembilan medali emas, lima perak, dan 13 perunggu.
Peluang Tambah Medali Masih Terbuka hingga Rabu
Perjuangan skuad Merah Putih belum berakhir. Nomor kyorugi masih akan berlangsung hingga Rabu, 5 Agustus 2026, dan peluang penambahan medali masih terbuka lebar.
Taekwondoin Muhammad Bassam Raihan dijadwalkan turun berlaga pada pertandingan berikutnya untuk membela Indonesia. Dukungan penuh dari publik Jakarta diharapkan mampu membawa para atlet menambah koleksi emas di ajang level Asia ini.