Pencarian

Pemkot Tangerang Siagakan 20 Mobil Bantuan dan 5 Tangki Air Bersih Antisipasi Kekeringan hingga Oktober 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:50:06 WIB
Pemkot Tangerang Siagakan 20 Mobil Bantuan dan 5 Tangki Air Bersih Antisipasi Kekeringan hingga Oktober 2026
BPBD Kota Tangerang menyiagakan 20 mobil bantuan dan lima tangki air bersih untuk mengantisipasi kekeringan di empat kecamatan hingga Oktober 2026.

TANGERANG — Empat kecamatan di Kota Tangerang masuk zona waspada kekeringan, yakni Cipondoh, Pinang, Benda, dan Tangerang. Menghadapi situasi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mulai mematangkan persiapan logistik untuk distribusi air bersih ke wilayah yang paling terdampak.

Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengerahkan armada perbantuan. "Kami mulai berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyiapkan 20 mobil bantuan dan lima tangki air bersih yang nanti akan dikirimkan ke wilayah yang membutuhkan," katanya di Tangerang, Senin.

Empat Kecamatan Masuk Zona Waspada Kekeringan

Berdasarkan laporan BMKG yang diterima BPBD, potensi kekeringan tidak merata di seluruh wilayah Kota Tangerang. Sebaran zona waspada terkonsentrasi di empat kecamatan yang disebutkan, sehingga prioritas pendistribusian air bersih akan diarahkan ke titik-titik tersebut terlebih dahulu.

Mahdiar menegaskan kesiapan armada ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap peringatan dini yang sudah dikeluarkan sejak awal musim kemarau. Pendistribusian akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, termasuk permintaan langsung dari kelurahan atau RW yang mengalami kesulitan air.

Normalisasi Pintu Air untuk Perkuat Debit Air

Di sisi lain, Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan upaya mitigasi tidak hanya berfokus pada distribusi air bersih. Pemerintah kota juga melakukan normalisasi muka pintu air di sejumlah titik untuk meningkatkan daya tampung debit air.

Langkah teknis ini dinilai penting agar masyarakat yang berada di sekitar infrastruktur pengairan tetap bisa memanfaatkan sumber air selama puncak kemarau berlangsung. "Kami memanfaatkan rapat evaluasi bulanan tadi untuk meningkatkan sinergi semua lapisan terutama untuk mematangkan mitigasi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama puncak musim kemarau berlangsung mulai dari kebakaran sampai kekeringan di sejumlah wilayah," tambahnya.

Warga Diminta Hemat Air dan Tidak Bakar Sampah

Pemkot Tangerang juga mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mitigasi bencana. Selain menghemat penggunaan air, warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.

"Kami mengajak semua masyarakat turut bergerak bersama-sama memitigasi ancaman kekeringan di tengah puncak musim kemarau ini dengan menghindari aktivitas yang dapat merugikan sesama seperti menggunakan air secara berlebihan sampai membakar sampah yang dapat menyebabkan kebakaran dan lainnya," kata Sachrudin.

Kapan Puncak Kekeringan Berakhir?

BMKG memprediksi kondisi puncak musim kemarau di wilayah Kota Tangerang akan berlangsung hingga Oktober 2026. Artinya, potensi krisis air bersih masih akan membayangi selama beberapa bulan ke depan, dan kesiapan armada bantuan akan terus dievaluasi secara berkala oleh BPBD setempat.

Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat melaporkan kondisinya melalui mekanisme RT/RW setempat untuk selanjutnya diteruskan ke posko BPBD Kota Tangerang guna dijadwalkan pengiriman bantuan.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks