MATARAM — Asisten 2 Setda Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Lalu Moh Faozal, membeberkan rincian target kunjungan penonton untuk balapan musim depan. Dari total 140 ribu orang yang ditargetkan selama tiga hari, pihaknya memasang target 65 ribu penonton pada hari puncak balapan.
"Target kita 65 ribu pada hari puncak. Total tiga hari sekitar 140 ribu. Itu target," ujarnya di Mataram, Senin.
Kunci Pencapaian: Publikasi Lebih Awal dan Sistem Digital
Faozal menjelaskan, optimisme tersebut muncul karena penjualan tiket sudah mulai dipublis sejak jauh-jauh hari. Strategi ini diyakini akan memberikan waktu lebih panjang bagi calon penonton untuk merencanakan kehadiran mereka ke Lombok.
"Karena lebih awal tiket ini dipublis kita berharap lebih baik," kata Faozal. Penjualan tiket akan terus dipantau secara berkala oleh pihaknya untuk memastikan perkembangan penjualan sesuai dengan target yang diharapkan.
Rekam Jejak Tren Penonton yang Terus Merangkak Naik
Catatan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika sejak pertama kali digelar menunjukkan grafik yang positif. Data yang dihimpun Pemprov NTB mencatatkan jumlah penonton pada 2022 sebanyak 102.801 orang, kemudian naik tipis menjadi 102.929 orang pada 2023.
Lonjakan signifikan terjadi pada 2024 dengan total 121.252 penonton, dan mencapai rekor tertinggi pada 2025 dengan 140.324 orang. Angka ini menjadi dasar penetapan target yang sama untuk tahun 2026.
Strategi Promosi dan Kemudahan Akses Pembelian Tiket
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menyebut sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menyambut tahun kelima penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. Pihaknya akan mendorong penyelenggara untuk memaksimalkan penjualan tiket, termasuk memastikan tiket yang dijual laku di pasaran.
"Karena ini berkaitan dengan strategi, tentu ada langkah-langkah persiapan yang kita lakukan supaya di tahun kelima pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika ini bisa berjalan lancar dan sukses, mengingat sudah ada pengalaman dari yang sudah-sudah," ujarnya.
Aulia menegaskan, sistem penjualan tiket akan didorong untuk berbasis digital. Metode pembelian melalui aplikasi atau platform online menjadi prioritas utama karena dianggap paling efektif di era saat ini.
"Untuk itu sistem penjualan didorong untuk berbasis digital, karena di era saat ini pembelian bisa lewat aplikasi atau platform sebagai metode utama yang diakses melalui handphone," kata Aulia.
Di sisi promosi, pihaknya akan memperkuat kanal-kanal pemasaran mulai dari media massa, media sosial, hingga influencer. Langkah ini diambil untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memastikan target jumlah penonton yang sudah ditetapkan bisa tercapai.