NUNUKAN — Ratusan warga di Kabupaten Nunukan terpaksa dievakuasi menyusul banjir yang merendam sejumlah permukiman dan ruas jalan pada Senin (3/8/2026) sejak pukul 06.00 WITA. Personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Utara diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu warga yang kesulitan keluar dari rumahnya.
Banjir dipicu tingginya intensitas curah hujan sejak dini hari, diperparah kondisi air laut pasang yang membuat sungai meluap. Air menggenangi pemukiman warga dan akses jalan dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga 150 sentimeter di sejumlah kecamatan.
Empat Kecamatan Terendam, Jalan Menuju Tanjung Batu Terputus
Kawasan Sungai Bilal, Kecamatan Nunukan Barat, menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah. Air setinggi 80 hingga 150 sentimeter menggenangi jalan menuju Tanjung Batu, membuat akses kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.
Di Kecamatan Nunukan Tengah, Jalan Fatahillah terendam dengan ketinggian 100 hingga 150 sentimeter. Sementara itu, Jalan Pasar Baru di Kecamatan Nunukan Timur dan Jalan Sungai Sembilan di Kecamatan Nunukan Selatan juga ikut tergenang, dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 150 sentimeter.
Evakuasi Prioritas: Anak-Anak dan Lansia Dibantu Menyeberang
Dalam operasi tersebut, personel Brimob tidak hanya mengevakuasi warga ke tempat lebih aman, tetapi juga membantu anak-anak dan lansia yang kesulitan melintasi genangan. Mereka menggunakan perahu karet dan tenaga manual untuk menjangkau rumah-rumah yang terisolasi.
Petugas juga melakukan pemantauan debit air secara berkala dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, serta instansi terkait. Koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
"Keselamatan Warga Prioritas Utama"
Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol. Sarly Sollu, menegaskan seluruh personel telah diinstruksikan untuk siaga penuh dalam menghadapi situasi bencana. “Keselamatan warga merupakan prioritas utama kami,” tegasnya.
“Kami telah menginstruksikan seluruh personel, khususnya jajaran Kompi 1 Batalyon B Pelopor, untuk terus siaga memantau perkembangan situasi banjir serta memberikan bantuan secara cepat kepada masyarakat yang terdampak. Satbrimob Polda Kaltara akan terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam penanganan bencana,” ujar Kombes Pol. Sarly Sollu dalam keterangannya.
Debit Air Mulai Surut, Personel Tetap Siaga
Memasuki pukul 08.00 WITA, hujan mulai reda dan debit air di sejumlah titik berangsur surut. Meski demikian, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor tetap bersiaga melakukan monitoring di wilayah rawan banjir untuk memastikan situasi aman dan memberikan bantuan bagi warga yang masih membutuhkan pertolongan.