INDRAGIRI HULU — Proses pengajuan yang berjalan sekitar sembilan bulan akhirnya membuahkan hasil. KJUD Sumber Rejeki, mitra PT Meganusa Intisawit, mengelola areal perkebunan plasma seluas sekitar 1.067 hektare yang dibangun melalui pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) pada 1997–1998.
Ketua KJUD Sumber Rejeki, H. Titis, mengungkapkan rasa syukurnya atas realisasi dana hibah tersebut. Ia menyebutkan, pendampingan dari berbagai pihak menjadi kunci utama kelancaran proses administrasi hingga dana turun.
"Kurang lebih sembilan bulan kami memproses pengajuan bantuan hibah ini melalui jalur Kemitraan Strategis. Alhamdulillah, hari ini dana hibah BPDP untuk Program PSR seluas 306,59 hektare telah terealisasi untuk peremajaan kebun plasma," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Pekanbaru.
Bibit Unggul DxP Damimas untuk Kebun yang Sudah Menua
Areal yang akan diremajakan pada tahap pertama ini direncanakan mulai ditanami ulang pada awal 2027. Berbeda dengan tanaman lama, koperasi akan menggunakan bibit unggul DxP Damimas yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tandan buah segar secara signifikan.
H. Titis juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hulu, Direktorat Jenderal Perkebunan, BPDP, serta PT Meganusa Intisawit yang telah mendampingi proses pengajuan sejak awal. Menurutnya, dukungan teknis dari perusahaan sangat membantu koperasi memenuhi persyaratan administratif.
Kolaborasi Tiga Pilar untuk Percepatan Replanting
Asisten Pembina Kemitraan PT Meganusa Intisawit, Martin Simatupang, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi erat antara koperasi, pemerintah, dan perusahaan. Ia berharap capaian ini bisa menjadi contoh bagi koperasi lain yang kebunnya sudah memasuki usia replanting.
"Program PSR Kemitraan Strategis tidak hanya memberikan akses pendanaan bagi petani untuk melakukan peremajaan kebun, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara Koperasi, Pemerintah dan Perusahaan agar proses replanting dapat berjalan lebih baik. Kami berharap keberhasilan KJUD Sumber Rejeki dapat menjadi penyemangat bagi Koperasi dan petani lainnya," kata Martin.
Target Luasan PSR di Riau Terus Bertambah
Keberhasilan KJUD Sumber Rejeki menambah daftar panjang realisasi program peremajaan sawit di Provinsi Riau. Hingga Juli 2026, Sinar Mas Agribusiness and Food bersama para mitranya telah merealisasikan Program PSR di provinsi ini seluas sekitar 6.330 hektare, mencakup kebun plasma maupun kebun swadaya.
Untuk periode 2026–2027, perusahaan menargetkan pelaksanaan PSR seluas sekitar 5.773 hektare melalui dukungan pendanaan BPDP. Sisa areal KJUD Sumber Rejeki yang belum masuk tahap pertama akan diajukan pada gelombang berikutnya.
Program PSR sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong petani mengganti tanaman tua yang sudah tidak produktif. Dengan pendanaan dari BPDP, petani tidak perlu mengeluarkan modal besar di awal, sehingga keberlanjutan usaha perkebunan rakyat bisa lebih terjamin.