Pencarian

80 Siswa SMP di Gianyar Ikuti Taman Nusantara 2026, Perkuat Toleransi dan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:47:33 WIB
80 Siswa SMP di Gianyar Ikuti Taman Nusantara 2026, Perkuat Toleransi dan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045
siswa SMP di Gianyar mengikuti pembukaan Taman Nusantara 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang, Gianyar.

GIANYAR — Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar resmi membuka kegiatan Taman Nusantara 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang. Pembukaan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, dan dihadiri jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar.

Program ini berlangsung selama lima hari dan diikuti pelajar dari berbagai sekolah menengah pertama negeri se-Kabupaten Gianyar. Mereka akan dibekali materi dari narasumber lintas sektor, mulai dari FKUB, Kodim, Polres, akademisi, BNN, hingga psikolog.

Pendidikan Karakter Lebih dari Sekadar Nilai Akademik

Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar, Gusti Putu Ngurah Adnyana, menegaskan bahwa Taman Nusantara dirancang untuk mengintegrasikan pembentukan watak bangsa dalam sistem pendidikan. Menurutnya, capaian akademik saja tidak cukup untuk menyiapkan generasi emas.

“Melalui Taman Nusantara, kami ingin membangun generasi muda yang memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Adnyana.

Materi yang disampaikan mencakup sejarah perkembangan agama di Gianyar, wawasan kebangsaan dan bela negara, pencegahan narkoba, pembinaan karakter, serta penguatan toleransi antarumat beragama.

Keberagaman Gianyar Diibaratkan Lukisan dengan Banyak Warna

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, mengibaratkan keberagaman Indonesia seperti lukisan indah yang tersusun dari bermacam warna. Ia menilai kehidupan masyarakat Gianyar selama ini sangat harmonis berkat sinergi para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama hanyalah jalan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Jika pemahaman ini tertanam kuat sejak dini, maka akan tumbuh generasi yang memiliki keyakinan kuat terhadap agamanya sekaligus menjunjung tinggi toleransi,” tegas Pasek Lanang Sadia.

Para siswa yang mengikuti program ini diharapkan mampu menjadi agen kerukunan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di tengah masyarakat tempat tinggal mereka masing-masing.

Siswa Didorong Jadi Pelopor Kerukunan di Sekolah dan Rumah

Pasek Lanang Sadia mengajak seluruh peserta untuk menularkan nilai-nilai toleransi yang didapat selama pelatihan. Ia menekankan bahwa peran pelajar sangat strategis dalam menjaga kohesi sosial di Gianyar.

“Saya minta adik-adik semua menjadi pelopor dan agen kerukunan di sekolah serta lingkungan tempat tinggal masing-masing,” katanya.

Kegiatan Taman Nusantara 2026 ini merupakan agenda rutin yang digagas Pemkab Gianyar sebagai mitra strategis FKUB dalam menjaga harmonisasi masyarakat. Dengan melibatkan pelajar sejak dini, pemerintah daerah berharap kerukunan yang sudah terbangun dapat terus berlanjut hingga generasi mendatang.

Bagikan
Sumber: balipost.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks