LANGKAT — Penantian warga di wilayah Langkat Hulu, yang meliputi Kecamatan Selesai, Kuala, Salapian, dan Bahorok, mulai terjawab. Alat-alat berat kini terlihat beroperasi di sejumlah titik ruas jalan provinsi menuju Bukit Lawang, menandakan perbaikan infrastruktur yang sempat dikeluhkan selama ini telah dimulai.
Salah satu lokasi pengerjaan terpantau di Desa Perkebunan Turangi, Kecamatan Bahorok, tepatnya di antara Simpang Senggol dan Simpang Sematar. Di titik ini, lalu lintas diberlakukan buka-tutup sementara saat alat berat melakukan pemadatan dan penimbunan awal badan jalan.
Pengerjaan Pengaspalan Sepanjang 6 Kilometer
Pengawas lapangan dari PT Rapi Arjasa selaku kontraktor pelaksana, Hakim Lubis, mengungkapkan bahwa lingkup pekerjaan utama adalah pengaspalan hotmix. Ruas yang dikerjakan membentang dari Simpang Marike, Desa Simpang Pulau Rambung, Desa Empus Dusun Pasar Rodi, turunan menuju jembatan titi besi, hingga Simpang Tiga di Kelurahan Pekan Bahorok.
“Selain pengaspalan, kami juga mengerjakan pembangunan leining (guardrail) dan perbaikan gorong-gorong yang rusak di sepanjang titik pekerjaan,” kata Hakim Lubis saat dikonfirmasi di lapangan, Senin (3/8/2026).
Sumber Dana dari APBD Provinsi Sumatera Utara
Proyek perbaikan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara dengan nilai kontrak mencapai Rp 33 miliar. Hingga saat ini, Hakim memastikan tidak ada kendala berarti di lapangan yang menghambat progres pembangunan.
Pengerjaan difokuskan pada pemulihan kondisi jalan yang sebelumnya rusak di beberapa titik, sehingga menyebabkan arus transportasi darat menuju kawasan wisata Bukit Lawang menjadi tidak lancar. Kehadiran alat berat dan aktivitas pengerjaan pun disambut baik oleh warga setempat yang selama ini menantikan perbaikan.
Target Penyelesaian Akhir Tahun 2026
Kontraktor pelaksana menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan, mulai dari pengaspalan hingga perbaikan infrastruktur pendukung, dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2026. Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan akses menuju objek wisata Bukit Lawang dan aktivitas ekonomi masyarakat di Langkat Hulu dapat kembali berjalan normal.