Pencarian

Whoosh dan KA Konvensional Kunci Utama Mobilitas Wisman di Jawa Barat, Stasiun Padalarang Catat 86,46 Persen Kunjungan

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:49:44 WIB
Whoosh dan KA Konvensional Kunci Utama Mobilitas Wisman di Jawa Barat, Stasiun Padalarang Catat 86,46 Persen Kunjungan
Whoosh dan kereta api konvensional menjadi kunci utama mobilitas wisatawan mancanegara di Jawa Barat pada Semester I-2026.

BANDUNG — Moda transportasi berbasis rel kian mengukuhkan diri sebagai jalur utama masuknya wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Barat. Data terbaru BPS mencatat total kunjungan WNA yang memanfaatkan Kereta Cepat Whoosh sepanjang Semester I-2026 mencapai 87.751 kunjungan, menegaskan peran strategis kereta dalam rantai mobilitas pariwisata regional.

Kepala BPS Provinsi Jabar Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan, pada Juni 2026 saja, akumulasi kedatangan WNA melalui Whoosh tercatat 17.877 kunjungan. Stasiun Padalarang menjadi pintu gerbang utama dengan kontribusi yang sangat dominan, mencapai 86,46 persen dari total kedatangan.

Stasiun Padalarang: Gerbang Utama Pergerakan Wisman

Dominasi Stasiun Padalarang menunjukkan pola pergerakan wisman yang cenderung memanfaatkan konektivitas antarmoda. Sebagai stasiun integrasi antara Whoosh dan kereta api konvensional, Padalarang menjadi titik transit strategis menuju kawasan Bandung Raya dan sekitarnya.

“Selama periode Januari-Juni 2026 jumlah kunjungan WNA menggunakan Whoosh ke Jawa Barat mencapai 87.751 kunjungan,” kata Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Senin.

Penumpang KA Konvensional Tumbuh 9,57 Persen

Di sisi lain, kereta api konvensional juga mencatatkan performa impresif. Secara kumulatif sepanjang Semester I-2026, jumlah penumpang KA konvensional di Jabar tumbuh 9,57 persen, dengan capaian 2,43 juta orang pada Juni 2026. Angka ini mencerminkan kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap layanan perkeretaapian.

Adapun pertumbuhan penumpang Kereta Cepat Whoosh secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) tercatat 0,61 persen. Meski lebih rendah dibanding KA konvensional, angka ini tetap positif di tengah berbagai dinamika mobilitas.

Kontras dengan Sektor Penerbangan: Penurunan 93,94 Persen di Kertajati

Kondisi berbeda terjadi pada sektor penerbangan. Pergerakan penumpang internasional di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mengalami penurunan drastis sebesar 93,94 persen secara bulanan pada Juni 2026. Penurunan ini dipicu oleh selesainya fase operasional pemulangan jamaah haji yang sebelumnya mendominasi lalu lintas penerbangan internasional di bandara tersebut.

TPK Hotel Berbintang Naik, Karawang Tertinggi

Dampak positif dari meningkatnya mobilitas ini turut dirasakan sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jabar pada Juni 2026 naik 2,85 poin menjadi 51,05 persen. Kabupaten Karawang mencatatkan TPK tertinggi dengan 72,11 persen, disusul Kota Tasikmalaya (63,22 persen) dan Kabupaten Purwakarta (62,48 persen).

Kenaikan okupansi ini mengindikasikan bahwa pergerakan wisman dan wisatawan domestik tidak hanya terpusat di Bandung, tetapi mulai menyebar ke berbagai daerah penyangga dan kota-kota industri di Jawa Barat.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks