MOSKOW — Militer Amerika Serikat dilaporkan meninjau ulang seluruh strategi yang selama ini diterapkan terhadap Iran. Seorang pejabat intelijen CENTCOM yang dikutip CNN menyatakan pihaknya sedang mencari cara-cara baru, kreatif, dan tidak konvensional untuk menekan serta menghukum Iran.
"Pada akhirnya, POTUS (Presiden AS Donald Trump) menginginkan sebuah kesepakatan. Ia akan terus mencari cara untuk bersikap tegas sekaligus keluar dari situasi ini," kata sumber tersebut kepada CNN.
Serangan Militer Dinilai Tidak Efektif
Evaluasi internal ini muncul setelah adanya temuan dari Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan intelijen militer negara itu. Keduanya menyimpulkan bahwa serangan terhadap Iran tidak akan mengubah posisi Teheran dalam perundingan.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine sebelumnya juga menyatakan bahwa serangan udara memiliki dampak terbatas. Ia bahkan memperingatkan Presiden Trump mengenai menipisnya persediaan rudal pencegat pertahanan udara. Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional.
Washington Batalkan Rencana Serangan, Perundingan Dijadwalkan 3 Agustus
Pada Minggu lalu, Trump mengungkapkan bahwa Washington telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran pada akhir pekan. Meski demikian, ia menegaskan kesiapan untuk melancarkan operasi militer kapan saja.
Trump juga menyebut perundingan bilateral akan berlangsung pada 3 Agustus. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai agenda pembicaraan tersebut.
Laporan CNN yang mengutip sumber di CENTCOM menyebutkan bahwa militer AS sedang mempertimbangkan berbagai pendekatan sebagai alternatif dari serangan langsung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran mengenai perkembangan terbaru ini.