PONOROGO — Kademi (janda) selamat dari ambruknya rumahnya sendiri di Dusun Bakalan, Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Bangunan rumah mengalami kerusakan berat hingga nyaris rata dengan tanah, namun pemiliknya hanya mengalami syok dan kini mengungsi sementara ke rumah kerabat.
Peristiwa itu terjadi saat kondisi cuaca sedang cerah. Warga setempat, Misradi, mengaku sempat mendengar suara kayu berderak sebelum akhirnya bangunan rumah roboh. "Saat kejadian tidak terjadi hujan maupun angin kencang," katanya.
Kronologi: Atap Bergoyang Sebelum Ambruk
Kademi menuturkan, ia sedang duduk di dalam rumah ketika melihat bagian atap mulai bergoyang. Ia langsung bergegas keluar dan sesaat kemudian bangunan rumahnya roboh. "Saya sedang duduk di dalam rumah. Tiba-tiba bagian atas bergoyang lalu rumah roboh. Setelah itu saya langsung ke luar," ujarnya.
Beruntung, langkah cepat yang diambil Kademi menyelamatkan nyawanya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, meskipun seluruh material bangunan rumah ambruk dan berserakan.
Gotong Royong Warga dan Penanganan BPBD
Pemerintah Desa Nglewan langsung berkoordinasi dengan BPBD Ponorogo setelah menerima laporan kejadian. Kepala Desa Nglewan, Suwandi, mengatakan bahwa pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini kepada BPBD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Pemerintah desa sudah melaporkan kejadian ini kepada BPBD. Sementara warga bergotong royong membersihkan material bangunan yang roboh," kata Suwandi.
BPBD bersama pemerintah desa selanjutnya akan melakukan asesmen untuk menentukan kebutuhan bantuan bagi korban. Untuk sementara waktu, Kademi tinggal di rumah kerabatnya.
Aktivitas Penambangan 30 Meter dari Lokasi Jadi Sorotan
Penyebab pasti robohnya rumah Kademi masih didalami oleh pemerintah desa. Namun, Suwandi menyebutkan bahwa di sekitar lokasi kejadian terdapat aktivitas penambangan yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah korban.
"Di sekitar lokasi memang terdapat aktivitas penambangan sekitar 30 meter dari rumah korban. Namun apakah ada kaitannya dengan peristiwa ini, kami belum bisa memastikan," ungkap Suwandi.
Pihak desa belum dapat memastikan apakah ada faktor lain yang memengaruhi kejadian tersebut. Asesmen lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya bangunan serta menentukan langkah penanganan yang tepat bagi Kademi.