Pencarian

Prevalensi Stunting Tarakan Turun ke 4 Persen, Wali Kota Khairul Apresiasi Kerja Kader PKK di Dasawisma dan Posyandu

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:49:56 WIB
Prevalensi Stunting Tarakan Turun ke 4 Persen, Wali Kota Khairul Apresiasi Kerja Kader PKK di Dasawisma dan Posyandu
Wali Kota Tarakan Khairul menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota, Sabtu (1/8).

TARAKAN — Angka prevalensi stunting di Tarakan tercatat 4 persen berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), hasil kerja kolaboratif yang berjalan sejak 2021. Capaian ini disampaikan Wali Kota Tarakan Khairul di tengah peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota, Sabtu (1/8).

Adapun Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting Tarakan berada di angka 12,6 persen. Khairul menyebut angka tersebut menunjukkan tren perbaikan berkat peran aktif kader PKK di lapangan.

Peran Kader PKK di Dasawisma dan Posyandu

Khairul menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian dalam menangani persoalan gizi masyarakat. Menurutnya, kader PKK menjadi ujung tombak yang bekerja keras melalui dasawisma, posyandu, dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ada peran besar ibu-ibu PKK yang bekerja dalam keras melalui dasawisma, posyandu, dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Gerakan PKK yang kini memasuki usia ke-54 semakin solid dan menjadi mitra strategis pemerintah. Targetnya jelas: mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Tarakan.

Expo UMKM dan Kolaborasi dengan Mahasiswa UGM

Rangkaian acara HKG PKK ke-54 tidak hanya diisi talkshow, tetapi juga Expo UMKM dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan ini digarap bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah bertugas di Tarakan.

Wali Kota menyampaikan terima kasih atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa UGM menghadirkan inovasi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM di daerah.

Peringatan HKG PKK ke-54 ini menjadi pengingat bahwa penurunan stunting bukan semata tugas dinas kesehatan, melainkan gerakan bersama yang melibatkan unsur pemerintahan, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.

Bagikan
Sumber: kaltara.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks