MEULABOH — Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Aceh Barat Tarmizi dan Wakil Bupati Said Fadheil di Meulaboh, Senin sore. Tarmizi menyebut, alat berat ini menjadi jawaban atas persoalan tambak nelayan yang selama ini terbengkalai akibat pendangkalan.
"Bantuan ini dialokasikan untuk membantu para nelayan yang terdampak bencana, khususnya areal tambak yang selama ini tertutup lumpur," kata Tarmizi dalam keterangannya kepada wartawan.
Prioritas Pengerukan di Desa Pasi Pinang
Lokasi pertama yang menjadi sasaran pengerukan adalah Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo. Wilayah ini dinilai paling parah mengalami sedimentasi lumpur pascabencana, sehingga produktivitas tambak milik nelayan menurun drastis.
Para nelayan atau kelompok nelayan yang membutuhkan pengerukan dapat mengajukan permohonan resmi ke dinas terkait. Setelah permohonan masuk, tim akan melakukan survei terlebih dahulu sebelum alat dikirim ke lokasi.
Mekanisme Pengajuan Bagi Nelayan
Bupati memastikan proses pengajuan tidak dipersulit. Setiap permohonan yang masuk akan diverifikasi untuk menentukan skala prioritas pengerukan, mengingat satu unit alat berat harus bergiliran melayani sejumlah titik tambak.
Langkah ini ditempuh agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh nelayan yang paling membutuhkan.
Dukungan di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
Tarmizi mengakui, bantuan dari KKP ini sangat berarti bagi pemkab. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pengadaan alat berat untuk sektor perikanan bukanlah prioritas yang mudah direalisasikan melalui APBD.
"Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas bantuan ini, alat berat ini sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat khususnya kelompok nelayan di Aceh Barat," ujar Tarmizi.
Dengan adanya ekskavator ini, pemulihan tambak diharapkan berjalan cepat. Nelayan bisa kembali menggarap lahannya dan roda ekonomi di pesisir Meureubo perlahan bangkit setelah terdampak bencana.