TANJUNG SELOR — DLH Kaltara memastikan penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi prioritas utama dalam upaya menekan beban TPA. Pembentukan bank sampah di kawasan permukiman dinilai efektif mengubah perilaku warga dalam memilah sampah rumah tangga, sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah yang semula dianggap tidak berguna.
Hairul Anwar menyebutkan, sampah yang masih memiliki nilai jual seperti plastik, kertas, logam, dan botol dapat dikumpulkan serta dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang. Dengan begitu, volume sampah yang harus diangkut ke TPA bisa ditekan secara signifikan.
Bank Sampah Bukan Sekadar Tempat Nabung, tapi Sarana Edukasi Warga
Keberadaan bank sampah tidak hanya berhenti pada fungsi pengumpulan. DLH Kaltara menekankan peran bank sampah sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa sampah bisa menjadi sumber ekonomi apabila dikelola dengan benar.
“Konsep pengelolaan sampah sekarang harus dimulai dari sumbernya. Jika masyarakat sudah terbiasa memilah sampah, maka jumlah sampah yang dibuang ke TPA akan jauh berkurang,” kata Hairul, Senin (03/08/26).
DLH Kaltara mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memperluas pembentukan bank sampah hingga ke tingkat RT dan kelurahan. Semakin dekat pengelolaan dengan masyarakat, semakin besar peluang partisipasi aktif warga dalam memilah sampah.
Target Pembangunan Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pengurangan sampah dari sumber merupakan bagian penting dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di Kaltara. DLH Kaltara tidak bergerak sendiri, melainkan mengajak sekolah, komunitas, dan pelaku usaha untuk berkolaborasi.
Edukasi penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) terus dikampanyekan melalui berbagai kanal. Mulai dari sekolah, komunitas, hingga pelaku usaha agar kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.
“Kalau masyarakat ikut berpartisipasi, manfaatnya sangat besar. Lingkungan menjadi lebih bersih, volume sampah berkurang, dan masyarakat juga memperoleh nilai ekonomi dari hasil pemilahan sampah,” jelas Hairul.
Dunia Usaha Diminta Sediakan Fasilitas Pemilahan dan Batasi Plastik Sekali Pakai
DLH Kaltara juga mengajak dunia usaha turut mendukung gerakan pengurangan sampah. Bentuk partisipasi yang diharapkan meliputi penyediaan fasilitas pemilahan sampah di lingkungan kerja, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, serta peningkatan kegiatan daur ulang.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci. Dengan kesadaran bersama, kami optimistis pengelolaan sampah di Kaltara akan semakin baik dan mampu mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Hairul.
Saat ini, peran aktif warga menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Semakin banyak bank sampah terbentuk, semakin besar pula dampaknya terhadap berkurangnya sampah yang berakhir di TPA.