CIREBON — Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati memastikan penyaluran air bersih ini merupakan respons atas penurunan debit sumber air yang kerap terjadi ketika kemarau berlangsung panjang. Keputusan tersebut diambil setelah ia meninjau langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait.
"Kapasitas bak penampung ini sekitar 15.000 liter atau tiga tangki per minggu. Kebutuhan air bersih warga dapat dibantu melalui penyaluran ini," kata Farida di Cirebon, Senin.
BPBD dan Perumda Air Minum Dilibatkan dalam Distribusi
Dalam tindak lanjut pemenuhan kebutuhan air di kawasan tersebut, Pemkot Cirebon melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perumda Air Minum Kota Cirebon. Kedua instansi ini bertugas memastikan pasokan air tiba tepat waktu dan pendistribusiannya merata ke titik-titik yang membutuhkan.
Farida menyebut, untuk sementara ini jaringan pipa kecil yang telah terpasang baru menjangkau 90 KK. Pemerintah membuka peluang penambahan jaringan distribusi agar cakupan bantuan bisa diperluas ke warga lainnya yang selama ini belum teraliri.
"Nanti akan ada pengajuan lagi untuk penambahan pipa ke KK lainnya," ujarnya menegaskan.
Warga Masih Andalkan Sumur Bor dan Sumur Gali
Ketua RW 08 Kelurahan Argasunya Khaerudin menjelaskan, pengisian bak penampungan oleh pemerintah sangat membantu setelah persediaan air di tempat tersebut sempat kosong. Masyarakat di wilayahnya selama ini mengandalkan sumur bor dan sumur gali, tetapi volumenya berkurang ketika kemarau melanda.
"Pasokan air sebenarnya masih ada. Hanya saja karena musim kemarau panjang, volumenya menjadi terbatas," kata Khaerudin.
Bak penampungan yang berada di RT 05 itu digunakan sekitar 300 KK di lokasi sekitar untuk memperoleh air saat pasokan sumur menurun. Adapun total penduduk RW 08 mencapai 3.848 jiwa, sehingga penguatan jaringan distribusi dinilai penting agar bantuan dapat dirasakan lebih banyak warga.
Sebagian Titik di Maja Pasir Alami Air Asin
Khaerudin menambahkan, secara keseluruhan kualitas air sumur di Cadas Ngampar masih layak digunakan. Namun, terdapat titik tertentu di kawasan Maja Pasir yang air sumurnya terasa asin, sehingga warga di lokasi itu lebih bergantung pada pasokan dari bak penampungan.
Pemkot Cirebon berkomitmen terus memfasilitasi penyediaan air bersih selama musim kemarau berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dampak kekeringan yang rutin terjadi di wilayah perbukitan tersebut setiap tahun.