PAMEKASAN — Ratusan warga di empat dusun yang tersebar di dua kecamatan kini mulai menerima pasokan air bersih dari PMI Pamekasan. Bantuan ini direspons setelah warga mengajukan permohonan langsung ke pihak PMI lantaran sumber air mereka mulai mengering.
"Selain karena bentuk kepedulian, bantuan air bersih oleh PMI Pamekasan ini juga atas permohonan warga," kata Sekretaris PMI Pamekasan Hairul Saleh, Senin (3/8).
Empat Dusun di Dua Kecamatan Jadi Prioritas Pertama
Distribusi air bersih pada hari ini difokuskan ke wilayah pesisir selatan Madura. Rinciannya, Dusun Soro' Tengah dan Dusun Kotalon di Kecamatan Pademawu, serta Dusun Mursongai di Desa Majungan dan Dusun Tengah Dua di Kecamatan Tlanakan.
Dari data yang dihimpun, jumlah penerima terbanyak berada di Dusun Soro' Tengah dengan 38 KK atau 156 jiwa. Disusul Dusun Mursongai yang menampung 29 KK dan 119 jiwa, lalu Dusun Kotalon dengan 26 KK dan 102 jiwa. Adapun Dusun Tengah Dua menjadi sasaran dengan 18 KK dan 96 jiwa.
Bukan Sekadar Distribusi, Warga Juga Diedukasi Hemat Air
Petugas PMI tidak hanya menurunkan tangki air ke lokasi. Mereka juga menyisipkan edukasi kepada warga agar memakai air secara bijak selama puncak kemarau berlangsung. Hal ini dilakukan mengingat ketersediaan air bersih di sejumlah titik sumber mulai menipis.
"Ini komitmen PMI untuk turut hadir memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan krisis air bersih akibat musim kemarau," ujar Hairul.
76 Desa di 11 Kecamatan Rawan Kekeringan
Penyaluran bantuan ini dipastikan bakal berlanjut dalam sepekan ke depan. PMI menargetkan seluruh desa yang masuk kategori rawan kekeringan bisa terjangkau secara bertahap.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, terdapat 76 desa yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau kali ini. Wilayah tersebut tersebar di 11 dari total 13 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.