TANJAB BARAT — Sebanyak 98 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menjadi peserta perdana program sunat gratis bertajuk "Gaskan Saja" yang digagas Baznas bersama pemerintah daerah. Peluncuran program berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Senin, dan diikuti secara daring oleh seluruh kecamatan.
Bupati Tanjabbar Anwar Sadat mengatakan, program ini lahir dari sinergi antara pemkab, Baznas, dan Dinas Sosial untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa menjalani khitan tanpa terkendala biaya.
"Dalam ilmu fikih maupun dari sisi kesehatan, khitan sangat baik bagi tumbuh kembang anak. Melalui kolaborasi ini, kita memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat menjalani khitan tanpa terkendala biaya," kata Anwar Sadat.
Pendaftaran Tidak Perlu Menunggu Libur Sekolah
Berbeda dengan sunat masal pada umumnya yang kerap digelar saat libur semester, inovasi "Gaskan Saja" justru membuka pendaftaran sepanjang tahun. Seluruh biaya pelaksanaan khitan ditanggung sepenuhnya oleh Baznas setempat.
Anwar menjelaskan, kemudahan ini diharapkan membuat orang tua tidak menunda proses khitan anak. Selain layanan medis gratis, setiap peserta juga menerima bingkisan dan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Syarat Pendaftaran: Terdata dan Usia Minimal Lima Tahun
Pemkab Tanjabbar memastikan bantuan ini tepat sasaran. Dinas Sosial bertugas melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat, sehingga bantuan hanya diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Adapun syarat mengikuti program ini antara lain anak berasal dari keluarga yang telah terdata, berusia minimal lima tahun, serta melampirkan fotokopi KTP dan kartu keluarga orang tua atau wali saat mendaftar di Baznas.
Jangkauan Layanan Hingga 13 Kecamatan
Melalui inovasi ini, pemerintah berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat di 13 kecamatan di Tanjabbar, khususnya keluarga kurang mampu, semakin mudah dijangkau. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Bantuan ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah agar orang tua tidak terbebani biaya khitan dan anak-anak semakin bersemangat mengikuti proses khitan," ungkap Anwar Sadat.