BOLSEL — Rangkaian zikir dan doa kebangsaan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berlangsung khidmat di masjid masing-masing desa, Senin (1/8). Kegiatan yang dipimpin para imam desa ini diikuti tokoh agama dan warga setempat sebagai wujud syukur menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026.
Kepala Kemenag Bolsel Thaib Mokobombang mengatakan, prosesi zikir dan doa dilaksanakan menjelang waktu Magrib hingga menjelang salat Isya. Ia menyebut kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual memohon keberkahan, kedamaian, serta keselamatan bagi bangsa dan negara.
Mempererat Ukhuwah dan Memperkuat Persatuan
Menurut Thaib, zikir dan doa kebangsaan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur serta kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Melalui zikir dan doa, kita memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, persatuan, serta kemakmuran. Semoga bangsa ini terus diberi kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan," ujarnya.
Zikir dan Doa Kebangsaan Juga Digelar di Monas Jakarta
Secara paralel, Kementerian Agama menyelenggarakan zikir dan doa kebangsaan tingkat nasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8). Kegiatan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" ini terbuka bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum.
Acara di Monas menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sebagai pemimpin zikir dan doa. Hal ini menunjukkan bahwa rangkaian doa kebangsaan menyambut HUT RI berlangsung serentak dari pusat hingga daerah.
Harapan Kemenag untuk Indonesia yang Damai dan Berdaulat
Kemenag Bolsel berharap melalui pelaksanaan kegiatan ini, semangat persaudaraan, persatuan, dan kecintaan kepada tanah air semakin kokoh. Cita-cita mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat, adil, dan makmur diharapkan dapat terus diwujudkan bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Partisipasi aktif masyarakat Bolsel dalam kegiatan zikir ini menjadi cermin bahwa nilai-nilai kebangsaan dan religiusitas berjalan beriringan. Kegiatan keagamaan semacam ini dinilai efektif memperkuat kohesi sosial di tingkat akar rumput menjelang peringatan kemerdekaan.