KUPANG — Ratusan unit material konstruksi mulai diturunkan di Pelabuhan Kupang untuk membangun kembali empat jembatan yang rubuh di Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang. Kapal perang ADRI LIII yang membawa bantuan dari Markas Besar TNI AD itu sudah tiba dan proses pembongkaran berjalan sejak Kamis (30/7).
Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 13/KE, Letkol Czi Nurul Hilal Samawi, menyebut total ada 400 unit besi untuk kebutuhan empat jembatan. Material itu akan langsung dikirim ke lokasi yang berjarak sekitar 12 jam perjalanan darat dari Kupang.
Jembatan yang Terisolir Akibat Banjir 2021 dan 2023
Empat jembatan yang dibangun tersebar di Kecamatan Amfoang. Dua di antaranya pernah ditinjau langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Mei lalu. Saat itu, Wapres meminta perbaikan dilakukan secepatnya karena satu desa di kawasan itu benar-benar terisolir akibat dua jembatan yang rubuh.
Kerusakan infrastruktur ini dipicu banjir yang melanda daerah tersebut pada 2021 dan diperparah kejadian serupa di 2023. Kondisi itu memutus akses warga antar-desa selama bertahun-tahun.
Bantuan Alat Berat dari Kasad Maruli Simanjuntak
Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam, mengungkapkan kebutuhan alat berat baru terdeteksi setelah asesmen awal dilakukan. Karena itu, TNI AD mengirimkan bantuan tambahan berupa ekskavator dan material pendukung lainnya melalui kapal ADRI LIII.
"Seperti kita ketahui sebelumnya TNI AD saat ini sedang membangun empat jembatan di Amfoang, setelah asesmen awal, ternyata memang masih diperlukan sekali bantuan alat berat dan material, dan kapal ini ADRI LIII membawa bantuan material dan alat berat," kata David kepada wartawan di Kupang, Minggu.
David menyampaikan terima kasih kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang telah memaksimalkan bantuan untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Kupang.
Tantangan Distribusi: Jarak Tempuh 12 Jam
Proses pengiriman material dari Kupang ke lokasi jembatan memakan waktu kurang lebih 12 jam perjalanan darat. Akses jalan yang sulit menjadi tantangan utama, namun hal itu tidak menghentikan laju distribusi.
"Hari ini mulai pembongkaran besi-besi yang total untuk empat jembatan ada 400 unit dan akan langsung dikirim ke lokasi," ujar Nurul Hilal Samawi.
Dia meyakini kendala jarak dan medan tidak akan menghambat proses konstruksi. Target penyelesaian seluruh jembatan ditetapkan pada awal Desember agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat.