Pencarian

Normalisasi Sungai di Padang Pariaman Usai Bencana, Jembatan Rusak Disulap Jadi Akses Penyeberangan Sementara Warga

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:50:19 WIB
Normalisasi Sungai di Padang Pariaman Usai Bencana, Jembatan Rusak Disulap Jadi Akses Penyeberangan Sementara Warga
Warga melintasi jembatan darurat dengan sepeda motor pasca normalisasi sungai di Nagari Anduriang, Padang Pariaman, Jumat (31/7/2026).

PADANG PARIAMAN — Ratusan warga Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, kini memiliki jalur alternatif penyeberangan yang lebih aman. Jembatan yang sebelumnya rusak diterjang bencana hidrometeorologi tahun lalu, difungsikan kembali sebagai akses sementara bagi pengendara sepeda motor.

Pantauan Jumat (31/7/2026) menunjukkan, warga tampak melintasi jembatan tersebut dengan sepeda motor. Kondisi ini menjadi pemandangan yang kontras dengan beberapa bulan terakhir, di mana warga harus bergantung pada rakit untuk menyeberangi sungai.

Aliran Sungai Kembali ke Jalur Semula

Keputusan memanfaatkan jembatan rusak ini tidak lepas dari upaya normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah di wilayah terdampak bencana. Setelah aliran sungai dikembalikan ke jalur semula, struktur jembatan yang sempat terputus dinilai cukup layak untuk digunakan sebagai akses darurat.

Normalisasi ini menjadi kunci utama. Sebelumnya, aliran sungai yang berubah haluan membuat jembatan tidak dapat diakses dengan aman. Kini, setelah pengerukan dan perbaikan alur, warga kembali bisa melintas di atas permukaan air yang lebih tenang.

Jembatan Permanen Ditargetkan Segera Dibangun

Pemanfaatan jembatan rusak ini bersifat sementara. Pemerintah daerah disebut telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan struktur lama yang rusak. Keberadaan akses darurat ini diharapkan mampu menjaga mobilitas warga dan distribusi barang hingga proyek pembangunan permanen dimulai.

Dengan adanya akses darurat ini, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Nagari Anduriang diharapkan kembali pulih. Warga tidak lagi kehilangan waktu dan tenaga untuk menyeberang menggunakan rakit, terutama saat membawa hasil bumi atau kebutuhan pokok.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks