SURAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka pintu lebar bagi investasi asing untuk memecah kebuntuan penanganan sampah di wilayah Soloraya. Energy Three International (E3i), perusahaan investasi dari Amerika Serikat, menyatakan komitmennya membangun fasilitas pengolahan sampah berteknologi ramah lingkungan di Boyolali.
Investasi ini diarahkan untuk mendukung target Jawa Tengah zero sampah pada 2028. Kawasan Soloraya sendiri menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah per hari, jumlah yang belum seluruhnya mampu tertangani oleh kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada.
Lahan 20 Hektare Disiapkan di Boyolali
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah Heru Djatmika mengungkapkan, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to fuel) tersebut akan berlokasi di Boyolali. Lahan yang disiapkan seluas 20 hektare dari kebutuhan total 25 hektare.
“Soloraya itu sampahnya di atas 1.000 ton per hari. Investor ini masuk untuk waste to fuel. Nanti tempatnya di Boyolali, sudah ada lahan 20 hektare dari kebutuhan 25 hektare,” jelas Heru.
Melayani Tujuh Kabupaten dan Kota
Fasilitas pengolahan ini dirancang untuk melayani tujuh wilayah aglomerasi Soloraya. Ketujuh wilayah tersebut meliputi Boyolali, Kota Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjawab persoalan sampah lama dengan volume besar yang selama ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, sudah ada kesepakatan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Soloraya, namun persoalan sampah lama masih membutuhkan solusi dan investor tambahan.
“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” kata Luthfi.
Teknologi Zero Emission dan Dampak Ekonomi
Perwakilan E3i ASEAN Medhat Omran mengatakan, perusahaan yang diwakilinya bergerak di bidang pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi. Teknologi yang ditawarkan diklaim menggunakan konsep zero emission dan ramah lingkungan.
E3i berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain mengurangi timbulan sampah, investasi ini ditargetkan meningkatkan kualitas hidup warga di sekitar fasilitas pengolahan.
Jika terealisasi, proyek ini diperkirakan membuka lapangan kerja bagi hampir 300 orang. Investasi ini juga dinilai akan memperkuat posisi Jawa Tengah dan Indonesia dalam pengembangan energi hijau sekaligus membantu menyelesaikan persoalan sampah lama di Soloraya.