Pencarian

Kemenag Sulut Dorong Umat Buddha Wujudkan Kehidupan Harmonis Lewat Praktik Dhamma di Hari Asadha

Selasa, 04 Agustus 2026 • 01:48:53 WIB
Kemenag Sulut Dorong Umat Buddha Wujudkan Kehidupan Harmonis Lewat Praktik Dhamma di Hari Asadha
Umat Buddha memadati Vihara Dhammadipa, Manado, untuk mengikuti peringatan Hari Asadha.

MANADO — Peringatan Hari Asadha di Sulawesi Utara kali ini menjadi pengingat bagi umat Buddha bahwa kebebasan dari penderitaan hanya bisa diusahakan sendiri. Hal itu disampaikan Pembimas Buddha Kemenag Sulut, Saryono, di hadapan umat yang memadati Vihara Dhammadipa, Manado, pada Senin.

"Semua itu berada sangat dekat, yaitu di dalam diri kita sendiri, bukan pada orang lain. Apa pun yang kita alami, baik penderitaan maupun kebahagiaan, sesungguhnya bergantung pada kita sendiri," ujarnya.

Makna Perjuangan Batin di Hari Asadha

Saryono menjelaskan, makna sejati Hari Asadha adalah upaya sungguh-sungguh untuk membebaskan diri dari penderitaan. Ia mengajak seluruh umat untuk terus berjuang melalui pengamalan ajaran Buddha dalam aktivitas keseharian, bukan hanya saat berada di vihara.

Melalui peringatan ini, Kemenag Sulut berharap lahir kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh kebahagiaan di tengah masyarakat Sulawesi Utara yang majemuk. Ucapan selamat turut disampaikan Saryono kepada seluruh umat Buddha yang merayakan.

Khotbah Pertama Sang Buddha dan Empat Kebenaran Mulia

Dalam ceramah Dhamma, YM Bhante Cittasanto menguraikan sejarah penting di balik perayaan ini. Hari Asadha menandai momen pertama kalinya Sang Buddha mengajarkan Dhamma di Taman Rusa Isipatana kepada lima pertapa, yaitu Kondañña, Bhaddiya, Vappa, Mahanama, dan Assaji. Pada kesempatan yang sama, Sangha didirikan sebagai organisasi Buddhis pertama.

Bhante Cittasanto mengajak umat tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia menguraikan empat pokok ajaran dalam khotbah pertama tersebut, yang dikenal sebagai Empat Kebenaran Mulia: kebenaran tentang penderitaan (dukkha), sebab penderitaan, lenyapnya penderitaan, serta jalan menuju lenyapnya penderitaan.

Menurut Bhante Cittasanto, kebahagiaan tertinggi atau Nibbana hanya dapat dicapai melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan, yang juga dikenal sebagai Jalan Tengah.

Rangkaian Ibadah di Vihara Dhammadipa

Perayaan Hari Besar Keagamaan Buddha ini dihadiri oleh YM Bhante Somlone Vilaipon Thera, penyelenggara Hindu dan Buddha, ketua yayasan, serta ketua vihara. Umat Buddha Kota Manado mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat sejak awal acara.

Kehadiran para tokoh agama dan umat dalam perayaan ini menunjukkan kuatnya toleransi dan kehidupan beragama di Sulawesi Utara. Harapannya, nilai-nilai Dhamma yang disampaikan dalam peringatan ini dapat terus dipraktikkan untuk menciptakan keharmonisan sosial di daerah tersebut.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks