BANDUNG — Ratusan pelajar yang tercatat sebagai angkatan perdana SMAN 28 Bandung terpaksa menjalani aktivitas sekolah di kompleks Sport Jabar Arcamanik. Mereka belum bisa menempati gedung sendiri karena proyek pembangunan sekolah yang baru berdiri itu masih berlangsung hingga penghujung tahun.
Sekolah negeri anyar yang berlokasi di Kecamatan Arcamanik ini sejatinya hadir untuk menjawab kebutuhan warga setempat akan akses pendidikan menengah atas. Namun, karena fisik bangunan belum siap, proses belajar mengajar untuk sementara dialihkan ke area kompleks olahraga milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Target Penyelesaian Proyek dan Kondisi Belajar Saat Ini
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan gedung permanen SMAN 28 Bandung ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Sebelum serah terima dilakukan, seluruh kegiatan akademik dipusatkan di ruang-ruang yang tersedia di kompleks Sport Jabar Arcamanik.
Meski memanfaatkan fasilitas pinjaman, kegiatan belajar siswa angkatan pertama dilaporkan tetap berjalan normal. Aktivitas para murid di lokasi penampungan itu terekam dalam dokumentasi foto pada Senin, 3 Agustus 2026, menunjukkan mereka berinteraksi dan mengikuti pelajaran di ruang yang telah disiapkan.
Mengapa Harus Menumpang Sementara?
Keberadaan SMAN 28 Bandung merupakan jawaban atas terbatasnya jumlah sekolah negeri di kawasan timur Kota Bandung, khususnya Kecamatan Arcamanik. Pendirian sekolah ini diharapkan mampu menyerap lulusan SMP yang selama ini harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi di sekolah favorit.
Keterbatasan lahan dan proses administrasi pembangunan infrastruktur pendidikan kerap menjadi faktor yang membuat sebuah sekolah memulai operasionalnya sebelum gedung megah berdiri. Dengan kapasitas 252 siswa, sekolah ini menjadi angin segar bagi warga yang ingin menyekolahkan anaknya di dekat rumah tanpa biaya besar.
Fasilitas Sementara dan Harapan Warga
Penggunaan kompleks Sport Jabar sebagai lokasi belajar sementara dinilai cukup representatif. Lokasi ini memiliki akses yang relatif mudah dijangkau dan lingkungan yang mendukung kegiatan pendidikan.
Para orang tua dan siswa berharap proyek pembangunan gedung dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan begitu, proses belajar mengajar pada tahun ajaran berikutnya dapat sepenuhnya dilakukan di kampus sendiri, memberikan kenyamanan dan identitas baru bagi warga SMAN 28 Bandung.