MAKASSAR — Sebuah video berdurasi 32 detik yang diunggah akun Instagram @kulitintamks pada Senin (3/8/2026) memperlihatkan seorang warga mengendarai sepeda motor sambil menyoroti bangunan Kopdes Merah Putih yang berada di tengah tumpukan sampah. Dalam video itu, pria tersebut menyebut lokasi tersebut tidak lazim untuk sebuah koperasi desa.
"Bagi yang belum tahu, ini namanya TPA, ya. Sampahnya kalian semua, warga Makassar. Tapi ada yang lebih mantap dari TPA itu sendiri. Ini, ada Kopdes, coy, di TPA," ucap pria tersebut dalam unggahan yang kemudian menyebar luas.
Pembangunan Diduga Dikoordinasikan TNI
Camat Manggala Ahmad Nongko menegaskan dirinya tidak terlibat dalam proses pembangunan Kopdes Merah Putih di kawasan TPA Antang. Menurutnya, bangunan itu sudah berdiri sebelum masa kepemimpinannya dimulai.
"Saya kurang paham soal lokasi pembangunannya karena saat saya dilantik, bangunannya memang sudah ada," ujar Ahmad Nongko kepada IDN Times, Selasa (4/8/2026).
Ahmad menduga proses pembangunan Kopdes Merah Putih di kawasan TPA Antang berada di bawah koordinasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dugaan ini muncul setelah ia melihat keterlibatan Danramil dan jajarannya dalam pengurusan bangunan tersebut.
"Saya lihat Danramil dan jajaran yang koordinir. Lebih baik kita tanyakan ke Pak Danramil," katanya.
Camat Enggan Menilai Kelayakan Lokasi
Saat ditanya mengenai kelayakan dan representasi lokasi Kopdes Merah Putih bagi warga sekitar, Ahmad mengaku tidak bisa memberikan penilaian. Ia memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh terkait polemik yang berkembang di masyarakat.
"Saya tidak bisa berkomentar soal layak atau tidaknya lokasi tersebut," tutupnya.
TPA Antang sendiri merupakan salah satu tempat pembuangan akhir utama di Kota Makassar yang menampung sampah dari berbagai kecamatan. Keberadaan bangunan koperasi di area tersebut menuai pertanyaan publik mengenai tata kelola dan peruntukan lahan di kawasan pengelolaan sampah.