Pencarian

RSUDZA Banda Aceh Resmi Mandiri Lakukan Transplantasi Ginjal, 7 Pasien Gagal Ginjal Berhasil Ditangani

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:18:39 WIB
RSUDZA Banda Aceh Resmi Mandiri Lakukan Transplantasi Ginjal, 7 Pasien Gagal Ginjal Berhasil Ditangani
RSUDZA Banda Aceh resmi mandiri dalam prosedur transplantasi ginjal setelah berhasil menangani tujuh pasien gagal ginjal.

BANDA ACEH — Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Aceh mencatatkan sejarah baru di bidang pelayanan kesehatan subspesialistik. Lembaga kesehatan milik Pemerintah Aceh itu resmi menyandang status mandiri untuk prosedur transplantasi ginjal, sebuah pencapaian yang diakui langsung oleh tim medis dari RSUP dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Status ini diraih setelah tim dokter RSUDZA berhasil melaksanakan operasi pencangkokan ginjal yang ketujuh kalinya. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting karena berarti seluruh rangkaian tindakan medis kompleks kini dapat dilakukan di dalam provinsi, tanpa harus dirujuk ke Jakarta.

Pengakuan dari RSCM: Tim Lokal Dinilai Siap Berdiri Sendiri

Ketua tim transplantasi RSUP dr Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), menegaskan bahwa kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan alat pendukung di RSUDZA sudah lengkap. Menurutnya, tim lokal telah melewati masa pendampingan dan kini mampu beroperasi secara independen.

"Alhamdulillah. Hari ini kita sudah melaksanakan transplantasi ke-7 di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin ini. Kita dari RSUP dr Cipto Mangunkusumo menyatakan bahwa tim transplantasi dari rumah sakit ini sudah bisa mandiri," ujar Prof. Nur Rasyid di RSUDZA, Senin.

Meski dinyatakan mandiri, ia menambahkan bahwa pihaknya tetap membuka pintu untuk konsultasi secara daring jika dibutuhkan oleh tim medis RSUDZA di kemudian hari.

Sejak 2016: Perjalanan Panjang 7 Operasi Cangkok Ginjal

Operasi transplantasi ginjal perdana di RSUDZA dimulai pada 1 Agustus 2016. Sejak saat itu, rumah sakit yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh ini terus mengembangkan kapasitasnya hingga akhirnya mencapai titik kemandirian.

Direktur RSUDZA, Muhazar, mengungkapkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam mempertahankan layanan berteknologi tinggi ini. Ia menekankan bahwa operasi tidak boleh berhenti hanya karena status mandiri telah diraih.

"Alhamdulillah, kita sukses melaksanakan operasi transplantasi ginjal ketujuh sehingga saat ini RSUDZA dinyatakan telah mandiri untuk melaksanakan transplantasi ginjal tanpa perlu ada pendampingan lagi dari Tim RSUP dr Cipto Mangunkusumo," kata Muhazar.

Siapa Saja Pasien yang Sudah Menjalani Transplantasi?

Dari data yang dihimpun, tujuh pasien yang sukses menjalani prosedur pencangkokan ginjal melibatkan pendonor dari pihak keluarga terdekat. Berikut daftar lengkapnya:

  • Yanes Repelita (pendonor Zuliman) — operasi 1 Agustus 2016
  • Handriyani (pendonor Liliyani) — operasi 1 Agustus 2017
  • Muharuddin (pendonor Sri Muliana) — operasi 9 Juli 2018
  • Sholahuddin Ritonga (pendonor Yulis Ratna Sari) — operasi 29 Juli 2019
  • Darul Aman (pendonor Kahfi Ilman) — operasi 9 Maret 2020
  • Iswahyudi (pendonor Roslinda) — operasi 21 Desember 2025
  • Muhammad Ikhlas (pendonor Intan Zahara) — operasi 3 Agustus 2026

Dukungan Penuh Gubernur Aceh untuk Layanan Subspesialistik

Keberhasilan ini tidak lepas dari perhatian khusus Gubernur Aceh terhadap transformasi layanan kesehatan di Bumi Serambi Mekkah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan fasilitas infrastruktur medis modern, peningkatan kapasitas SDM, serta kebijakan strategis yang mempermudah akses masyarakat terhadap layanan rujukan tingkat lanjut.

Muhazar menambahkan bahwa keberhasilan rangkaian tindakan medis kompleks ini merupakan hasil kerja keras tim dokter spesialis dan subspesialis nefrologi, urologi, anestesi, serta tenaga medis profesional dan terlatih di RSUDZA yang terus berinovasi.

Dengan adanya layanan mandiri ini, masyarakat Aceh yang menderita gagal ginjal kronis kini memiliki alternatif pengobatan yang lebih dekat. RSUDZA tidak hanya melayani cuci darah dan peritoneal dialisis, tetapi juga telah mampu melakukan transplantasi ginjal secara penuh di daerah sendiri.

Bagikan
Sumber: https://aceh.antaranews.com/rss/terkini.xml

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks