Pencarian

BMKG Tarakan Sebut Curah Hujan di Kaltara Tak Merata, Wilayah Ini Justru Alami Kelembaban Tinggi

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:23:29 WIB
BMKG Tarakan Sebut Curah Hujan di Kaltara Tak Merata, Wilayah Ini Justru Alami Kelembaban Tinggi
BMKG Tarakan mencatat curah hujan di Kaltara tidak merata, dengan wilayah Nunukan dan Malinau berpotensi hujan lebat.

TARAKAN — Forecaster BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra, mengungkapkan bahwa kondisi atmosfer yang tidak seragam menjadi penyebab utama perbedaan cuaca ekstrem antarwilayah di Kaltara. Berdasarkan pantauan radar cuaca, dinamika atmosfer saat ini tidak mendukung pertumbuhan awan hujan secara merata di seluruh wilayah provinsi.

"Cuaca untuk Tarakan cenderung cerah berawan, untuk potensi terjadinya hujan sangat sedikit," kata Reza kepada RRI, Senin (3/8/2026).

Kelembaban Tinggi Picu Hujan Deras di Nunukan

Berbeda dengan Tarakan, potensi hujan justru terkonsentrasi di wilayah selatan Kaltara. Reza menyebutkan, daerah Tulin Onsoi dan Lumbis Ogong di Kabupaten Nunukan memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi, sehingga berdampak langsung pada tingginya curah hujan di lokasi tersebut.

"Malinau dan Nunukan curah hujan cukup tinggi karena dipengaruhi oleh kelembaban udara, dari arah tenggara atau tepatnya di Laut Cina Selatan uap air terbawa," jelasnya.

Uap Air Laut Cina Selatan Jadi Pemicu Utama

Fenomena ini terjadi akibat terbawanya massa uap air hangat dari perairan Laut Cina Selatan menuju daratan Kaltara. Uap air tersebut kemudian terakumulasi di wilayah dengan topografi tertentu, seperti perbukitan di Nunukan dan Malinau, sehingga memicu terbentuknya awan konvektif yang menghasilkan hujan lokal.

Kondisi ini membuat warga di dua kabupaten tersebut perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada siang hingga sore hari. Sementara itu, warga Tarakan dan sekitarnya masih akan menikmati cuaca panas dengan sinar matahari yang cukup terik.

Apa Dampaknya bagi Aktivitas Warga?

Perbedaan cuaca yang kontras ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan. Bagi nelayan atau pelaku transportasi laut yang melintasi perairan Nunukan dan Malinau, peningkatan kelembaban ini patut diwaspadai karena dapat memicu hujan deras disertai angin kencang dalam durasi singkat.

BMKG Tarakan mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di wilayah dengan potensi hujan tinggi. Pembaruan informasi akan terus dilakukan seiring perkembangan dinamika atmosfer di wilayah Kaltara.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks