Pencarian

PLN UIP Nusra Serap Aspirasi Warga Flores dan Lembata untuk Proyek Panas Bumi Mataloko dan Ulumbu

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:50:17 WIB
PLN UIP Nusra Serap Aspirasi Warga Flores dan Lembata untuk Proyek Panas Bumi Mataloko dan Ulumbu
PLN UIP Nusra menggelar forum partisipatif untuk menyerap aspirasi warga terkait proyek panas bumi Mataloko dan Ulumbu di Flores dan Lembata.

MAUMERE — Rencana pengembangan proyek panas bumi di Flores dan Lembata memasuki babak baru yang lebih partisipatif. PLN tidak lagi hanya berbicara soal megawatt dan investasi, tetapi juga mendengarkan denyut masyarakat adat, akademisi, hingga tokoh agama yang selama ini hidup di sekitar wilayah kerja proyek.

General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung, VP Panas Bumi PT PLN (Persero) Kantor Pusat Maternikus Tigor M. Situmorang, dan Manager UPP Nusra 3 Agung Triwibowo hadir langsung dalam forum tersebut. Kehadiran jajaran pimpinan ini menunjukkan keseriusan BUMN dalam merespons dinamika sosial di lapangan.

Mengapa Suara Warga Menjadi Krusial?

Pengembangan energi panas bumi tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan, sumber daya air, dan tanah adat. Ketiga hal ini kerap menjadi sumber gesekan antara investor dan komunitas lokal jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Oleh karena itu, forum ini dirancang bukan sekadar seremoni. Peserta diberikan ruang untuk mengupas tuntas berbagai aspek, mulai dari dampak ekologis hingga manfaat ekonomi yang diharapkan mengalir ke masyarakat sekitar.

Prinsip Laudato Si' menjadi salah satu pembahasan utama, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan dan martabat manusia.

Mitigasi dan Keberlanjutan Jadi Fokus Utama

Dalam pemaparannya, PLN menegaskan komitmennya pada aspek pengelolaan lingkungan yang ketat. Penjelasan detail disampaikan terkait pemanfaatan sumber daya air dan langkah-langkah mitigasi yang telah serta akan terus dijalankan selama proyek berlangsung.

PLN menyadari bahwa proyek panas bumi berjalan dalam jangka waktu panjang. Komunikasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar proyek tidak hanya berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

VP Panas Bumi PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Maternikus Tigor M. Situmorang, menegaskan bahwa seluruh masukan dari forum akan menjadi bahan evaluasi internal perusahaan.

"Pengembangan panas bumi merupakan proses yang memerlukan kolaborasi dan komunikasi yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan. Setiap masukan yang kami terima menjadi bahan evaluasi untuk terus menyempurnakan pelaksanaan proyek, sehingga pengembangannya dapat berjalan sesuai ketentuan, memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat," ujar Tigor.

Langkah PLN Menuju Energi Bersih di NTT

Proyek PLTP Mataloko dan PLTP Ulumbu merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam transisi energi nasional. Keberadaan pembangkit ini diharapkan mampu mendongkrak rasio elektrifikasi dan menyediakan listrik yang lebih stabil bagi warga Flores dan Lembata.

Dengan adanya forum komunikasi ini, PLN berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di lapangan. Perusahaan justru ingin menjadikan proyek ini sebagai contoh bagaimana pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan harmonis dengan kearifan lokal dan kelestarian alam.

Langkah selanjutnya, PLN akan terus membuka kanal komunikasi dan melakukan pendekatan langsung ke tokoh-tokoh masyarakat di wilayah proyek. Evaluasi atas masukan dari forum di Maumere ini akan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan proyek ke depan.

Bagikan
Sumber: koranntt.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks